Forex Eropa USDJPY 29 Juli: Yen Mendaki ke Tertinggi 20 Minggu Lawan Dolar AS

344

(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY masuki perdagangan sesi  Eropa hari Rabu (29/7/2020) semakin lemah hingga bergerak turun ke posisi terendah 20 minggu. Pelemahan pair paling banyak disumbang oleh posisi dolar AS yang kembali melemah dalam kisaran  posisi terendah dalam 2 tahun.

Sentimen perdagangan sesi Eropa masih berpihak pada aset safe haven meskipun terpantau bursa saham Eropa bergerak mixed. Investor berhati-hati menanti hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan dovish pada Kamis dinihari WIB dan ketidak pastian disahkannya RUU terkait paket stimulus tambahan ekonomi Amerika Serikat senilai US$ 1 triliun oleh parlemen AS.

Selain itu juga sentimen investor dibebani oleh jumlah kasus baru terinfeksi coronavirus meningkat dari Cina dan Hong Kong , demikian juga dari Jerman. Eropa menghadapi ancaman gelombang kedua penyebaran virus covid-19 dan telah menerapkan protokol ketat untuk menghindarinya.

Pada sesi Asia sentimen tertekan oleh berita pemerintah Jepang akan memperkirakan PDB riilnya menyusut sekitar 4,5% untuk tahun fiskal hingga Maret 2021, yang merevisi perkiraan sebelumnya dengan pertumbuhan 1,4%. Sentimen juga melemah oleh laporan bahwa lembaga pemeringkat Fitch hari ini merevisi prospek peringkat utang mata uang asing jangka panjang Jepang menjadi negatif dari stabil, akibat kontraksi ekonomi yang tajam.

Pair USDJPY yang ditutup bearish pada sesi Amerika  dengan pelemahan 0,31% pada posisi 106.85 dibuka lebih rendah pada sesi Asia di posisi 106.80. Kemudian pair bergerak bearish  hingga perdagangan sesi Eropa sore ini.

Untuk pergerakan selanjutnya hingga sesi Amerika disajikan rilis data pending home sales AS yang diperkirakan menunjukkan data yang lebih rendah dari periode sebelumnya. Setelah itu jelang penutupan sesi Amerika, pimpinan the Fed akan melakukan siaran pers hasil pertemuan mereka.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY  akan bearish, dan kini pair berada di posisi 104.82 yang berada pada kisaran support lemahnya. Selanjutnya pair akan turun ke posisi 104.70 sebelum menuju  kisaran 104.50-104.06. Namun jika terjadi koreksi akan mendaki menuju 105.25, jika tembus akan mendaki ke posisi 105.50  sebagai resisten kuat.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here