Nikkei 29 Juli Terendah 2 Pekan, Saham Eksportir Utama Paling Tertekan

158

(Vibiznews – Indeks) – Kondisi perdagangan saham bursa Jepang masih melemah pada hari Rabu  (29/07/2020), hingga membuat indeks Nikkei terjun ke posisi terendah dalam 2 pekan lebih. Tekanan jual pada saham eksportir utama yang cukup besar sepanjang sesi membuat indeks Nikkei bearish 4 hari berturut.

Berlanjutnya aksi jual saham di bursa Tokyo merespon berita bahwa pemerintah Jepang akan memperkirakan PDB riilnya menyusut sekitar 4,5% untuk tahun fiskal hingga Maret 2021, merevisi perkiraan sebelumnya dengan pertumbuhan 1,4%.

Sentimen juga melemah oleh laporan bahwa lembaga pemeringkat Fitch hari ini merevisi prospek peringkat utang mata uang asing jangka panjang Jepang menjadi negatif dari stabil, akibat kontraksi ekonomi yang tajam.

Indeks Nikkei ditutup anjlok  230 poin atau 1,08% lebih rendah ke posisi 22.427, posisi terendah sejak perdagangan 10 Juli. Demikian untuk  indeks Topix turun 20,08 poin atau 1,28 persen ke posisi 1.549,042. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan September 2020 kini sedang bergerak negatif dengan turun 270 poin atau 1,19% ke posisi 22.340.

 Untuk saham eksportir utama yang paling anjlok menekan indeks seperti saham Canon yang anjlok 13,19%, saham Nissan anjlok 9,88%, saham Suzuki Motor turun 4,95% dan saham Toyota turun 3,06%.  Secara sektoral, saham sektor tambang, sektor konsumen diskresioner , dan sektor teknologi termasuk di antara sektor yang paling merugi, sementara itu sektor layanan kesehatan dan utilitas bergerak lebih tinggi.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here