Forex Eropa USDJPY 30 Juli: Kekuatan Rebound Dibatasi Data PDB Jerman dan AS

397

(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY masuki perdagangan sesi  Eropa hari Kamis (30/7/2020) rebound setelah 5 hari bearish berturut hingga sempat terjun ke posisi  terendah dalam 20 minggu yang dicapai perdagangan sebelumnya. Kekuatan pair paling banyak disumbang oleh posisi dolar AS yang bangkit dari posisi terendah dalam 2 tahun, namun diperkirakan sementara.

Dolar AS sejak awal sesi Asia mendapat kekuatan  setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga mendekati nol dan berjanji untuk menggunakan semua alatnya untuk mendukung pemulihan ekonomi Amerika Serikat dari pandemi virus covid-19. Trend bearish sudah mendera dolar sejak perdagangan awal bulan Juni lalu.

Sementara itu, posisi yen Jepang melemah oleh laporan meningkatnya kasus baru terinfeksi   coronavirus mencapai rekor tertinggi di Jepang pada hari Rabu, yang menambahkan 1.300 kasus baru dan menyumbang pertambahan kasus baru secara global sebanyak 289.100 kasus baru.

Yen Jepang juga mendapat tekanan dari laporan ekonomi yang buruk, dimana  data  perdagangan ritel Jepang turun 1,2% YoY di bulan Juni 2020, setelah merosot 12,5% periode bulan sebelumnya, sekaligus mencetak  penurunan keempat bulan berturut-turut.

Untuk sentimen perdagangan di sesi Eropa hari ini kembali ke aset safe haven setelah di sesi Asia mendapat kekuatan dari pengumuman hasil pertemuan Fed selama 2 hari. Sentimen investor kembali tertekan setelah Jerman melaporkan PDB Q2-2020 anjlok melebihi perkiraan sebelumnya, PDB turun 10,1%.

Pair USDJPY yang ditutup bearish pada sesi Amerika  dengan pelemahan 0,05% pada posisi 105.03 dibuka lebih tinggi pada sesi Asia di posisi 104.91. Kemudian pair bergerak bullish  hingga perdagangan sesi Eropa sore ini.

Untuk pergerakan selanjutnya hingga sesi Amerika terdapat penggerak pasar dari rilis data ekonomi AS yaitu data advance PDB Q2-2020 yang diperkirakan kontraksi lebih dalam dari kontraksi kuartal sebelumnya yang menunjukkan terjadinya resesi. Kemudian terdapat juga rilis data klaim pengangguran yang periode pekan lalu mengecewakan pasar.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY  akan lanjut bearish, dan kini pair berada di posisi 105.07 yang berada pada kisaran resisten lemahnya. Selanjutnya pair akan turun ke posisi 104.74 sebelum menuju  kisaran support kuat di 104.66-104.00. Namun jika terjadi koreksi akan mendaki kembali menuju 105.30, jika tembus akan mendaki ke posisi 105.40.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here