Harga Jagung Turun, Karena Perkiraan Hasil Panen Meningkat

210

(Vibiznews – Commodity)  – Harga jagung turun pada penutupan pasar hari Rabu karena perkiraan hasil panen akan meningkat  sedangkan permintaan jagung berkurang, sementara menantikan laporan ekspor mingguan pada hari Kamis.

Harga jagung  September di CBOT turun 4.50 sen menjadi $3.1550 per bushel.

EIA melaporkan  produksi etanol meningkat sehingga meningkatkan penggunaan jagung untuk dibuat etanol rata-rata pabrik menghasilkan 958,000 barel per hari pada minggu lalu sampai 24 Juli. Meningkat 50,000 bpd dari tahun lalu minggu yang sama, dan naik naik 27,000 dari minggu lalu sampai 10 Juli. Persediaan etanol meningkat 471k barel menjadi 20,272 barel.  Persediaan East Coast naik pada minggu lalu  kenaikan 3.8% tertinggi mingguan sejak 27 Maret.

Perkiraan hasil panen jagung menurut cmdtyViews sebesar 174.87 bpa . Di IA hasilnya diperkirakan terbesar sebesar 199.81 bpa dan yang paling sedikit di CO sebesar 128.33 bpa.  Beberapa pedagang memperkirakan hasil panen jagung lebih dari 181 bpa dari rata-rata di AS.

Perkiraan analis untuk laporan ekspor mingguan USDA pada hari Kamis ekspor jagung yang dipesan  ada dalam range 200,000 dan 550,000 MT untuk ekspor dari persediaan lama sampai 23 Juli, untuk persediaan baru sebesar 0.4 – 1 MMT.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $3.16 dan berikut ke $3.07 sedangkan resistant  pertama di $3.25 dan berikut $3.30.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here