Forex Eropa USDJPY 31 Juli: Bersiap Menuju Posisi Terendah 20 Pekan

268

(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan sesi Eropa hari Jumat (31/7/2020) bergerak volatile menimbang tarik menarik sentimen pasar, permintaan aset resiko bangkit versus melemahnya fundamental dolar AS. Perdagangan awal saham Eropa bergerak kuat oleh data manufaktur China yang naik serta rebound harga minyak mentah.

Dolar AS  memperpanjang pelemahan untuk sesi ke-10  di sekitar 92,58, posisi terendah sejak Mei 2018 di tengah kekhawatiran baru investor tentang kekuatan pemulihan ekonomi di AS dan kemampuan negara tersebut untuk mengendalikan pandemi. Pertumbuhan ekonomi AS dilaporkan menyusut pada rekor terburuk di Q2-2020 dan klaim pengangguran awal meningkat untuk minggu kedua.

Sementara itu, posisi yen Jepang bergerak naik turun sejak sesi Asia setelah melemah oleh pernyataan Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengisyaratkan kekhawatiran tentang yen yang kuat  dapat menambah penderitaan lebih lanjut terhadap ekonomi yang terkena resesi karena krisis COVID-19. Selain itu seorang  pejabat pemerintah memperingatkan bahwa pasar tenaga kerja di Jepang tetap dalam  keadaan parah.

Dari sisi laporan ekonomi Jepang, data prelim produksi industri   ekspansi pada bulan Juni setelah periode sebelumnya kontraksi, naik 2,7% dari -8,9% bulan sebelumnya. Kemudian Indeks Keyakinan Konsumen di Jepang meningkat menjadi 29,5 pada Juli 2020, penilaian  tertinggi sejak Maret.

Pair USDJPY yang ditutup bearish pada sesi Amerika  dengan pelemahan 0,31% pada posisi 104.70 dibuka lebih tinggi pada sesi Asia di posisi 104.70. Kemudian pair bergerak naik turun   hingga perdagangan sesi Eropa sore ini.

Untuk pergerakan selanjutnya hingga sesi Amerika terdapat penggerak pasar dari rilis data ekonomi AS yaitu  data PCE index, personal spending, data manufaktur Chicago PMI serta sentimen konsumen survey UoM.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY  akan lanjut bearish, dan kini pair berada di posisi 104.65 yang berada pada kisaran support kuatnya. Selanjutnya pair akan turun kembali posisi 104.18 (terendah 20 minggu) sebelum menuju  kisaran support lemahnya di 104.00-103.88. Namun jika terjadi koreksi akan mendaki kembali menuju 104.85, jika tembus akan mendaki ke posisi 105.10.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here