Rekomendasi Forex EUR/USD 31 Juli 2020: Naik Karena Data AS yang Buruk.

1838

(Vibiznews – Forex) EUR/USD diperdagangkan mendekati 1.1780, naik dengan buruknya data ekonomi AS yang keluar.

GDP Jerman meleset dengan kejatuhan sebesar 10.1% pada kuartal kedua dan inflasi turun 0.1%, kedua-duanya dibawah daripada yang diperkirakan. Namun kontraksi ekonomi di Jerman yang dua digit tidak menjadi persoalan bagi Euro karena matauang bersama Eropa ini mendapatkan keuntungan dari angka “employment” di Jerman dimana jumlah orang yang menganggur turun sebanyak 18.000 dibandingkan dengan kenaikan yang diperkirakan sebelumnya.

Terlebih penting lagi, pasar bisa melihat melalui data sehubungan dengan hari-hari terburuk dari coronavirus dan disemangati oleh bangkitnya Eropa dari pandemik. Meskipun beberapa negara termasuk Jerman sedang mengalami kenaikan, situasinya bisa dikontrol.

Kondisi ini kontras dengan Amerika Serikat dimana korban kematian harian terus meningkat, menyentuh ketinggian lebih dari 1.400. Kasus baru telah stabil namun pada tingkat yang lebih tinggi disekitar 70.000.

Investor sudah terbiasa dengan angka perkembangan Covid-19 yang menekan di AS, namun pengakuan tentang situasi yang memburuk dari bank sentral AS masih membebani sentimen pasar. The Fed tetap mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah namun menyatakan keprihatinannya mengenai dampak dari virus.

Dolar AS pada awalnya jatuh, membawa EUR/USD ke puncak di 1.1806, namun kenaikan ini ternyata hanya sebentar. EUR/USD segera turun kembali ke sekitar 1.1750. Kelihatannya Powell sedang menekan para politikus untuk segera bertindak mengeluarkan undang-undang stimulus berikutnya karena “benefit” pengangguran federal akan jatuh tempo pada hari Jumat.

EUR/USD naik kembali mendekati 1.18 setelah keluarnya data makro ekonomi AS yang buruk.

GDP kuartal kedua AS muncul dengan penurunan 32.9% dari kuartal pertama. Para analis memperkirakan GDP AS kuartal kedua turun 35% dari kuartal pertama. Angka ini adalah angka GDP kuartalan yang paling buruk sejak dimulainya penghitungan GDP pada tahun 1947.

Kenaikan klaim pengangguran AS sebanyak 12.000 dari angka minggu sebelumnya berkolaborasi melemahkan proses pemulihan ekonomi AS yang menekan dolar AS yang sudah lemah dan pada gilirannya menaikkan pasangan matauang GBP/USD.

Secara keseluruhan, dolar AS kelihatannya masih akan tertekan sehingga EUR/USD kemungkinan masih akan naik kembali dengan “resistance” terdekat menunggu di 1.1780 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1806 dan kemudian 1.1820. Sedangkan “support” terdekat menunggu di 1.1700 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1625 dan kemudian 1.1540.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here