Rekomendasi Forex EUR/USD 3 – 7 Agustus 2020: Kecenderungan Turun Lebih Besar

2592

(Vibiznews – Forex) EUR/USD sempat naik ke 1.19, level tertinggi sejak Juni 2018, namun tertekan kembali kebawah ke 1.1778 karena data makro ekonomi GDP Jerman kuartal kedua keluar lebih buruk daripada yang diperkirakan, turun 10.1%. Keuntungan statistik coronavirus di Eropa atas AS telah menjadi alasan yang paling menonjol dari kenaikan EUR/USD sebelumnya, selain turunnya dolar AS.

Penurunan dolar AS menjadi tema yang mendominasi pasar minggu lalu. Ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang lebih banyak dan para politikus gagal sepakat mengenaik paket stimulus yang baru. GDP AS tumbang ke 32.9% per tahun, terburuk dalam sejarah. Meskipun secara kuartalan, kontraksi GDP AS sebesar – 9.5% lebih kecil daripada kontraksi GDP Jerman sebesar 10.1%, namun para investor melihat melampaui kuartal kedua.

Klaim pengangguran yang berkelanjutan lompat ke 17 juta pada minggu yang sama dimana penghitungan NFP AS diadakan.

Fed mengumumkan skema peminjaman akan diperpanjang sampai akhir tahun yang menunjukkan komitmen Fed untuk mendukung ekonomi tanpa berhenti yang membawa penurunan dolar AS. Turunnya imbal hasil obligasi AS juga membebani dolar AS.

Pada minggu lalu, sekalipun kasus baru Covid-19 di AS telah berhenti naik, namun angka kematian sedang mengalami kenaikan. Statistik coronavirus tetap mengkuatirkan dengan kematian harian naik keatas 1.100, sementara angka total sudah melewati 150.000. Sementara di Eropa pada minggu lalu, virus menular ini sudah berhasil dikontrol, dengan kenaikan hanya terjadi terbatas di beberapa bagian yang lebih kecil.

Minggu ini, kasus coronavirus kelihatannya mulai naik lagi dibeberapa negara besar di Eropa seperti Jerman, Perancis, Itali dan Spanyol yang paling terpukul saat ini. Jika semakin membesar matauang bersama Eropa bisa kembali berada dibawah tekanan.

Saat ini euro masih mengalami keuntungan dari tercapainya kesepakatan dana pemulihan.

Dari kalender ekonomi, angka penjualan ritel bulan Juni mendapatkan sorotan. Sementara sektor jasa terpukul lebih keras daripada sektor manufaktur, dan investor mengharapkan pemulihan yang berkelanjutan. Markit PMI untuk bulan Juli diperkirakan mengkonfirmasi pemulihan yang berkelanjutan.

Dari Amerika Serikat, kasus baru telah berhenti naik, namun angka kematian sedang naik. Angka-angka statistik Covid-19 dari Florida, California, Texas dan negara bagian lainnya kemungkinan akan menggerakkan pasar.

Dari pemilihan presiden, presiden Donald Trump telah berhasil memperkecil perbedaannya dengan rivalnya Joe Biden.

ISM PMI manufaktur untuk bulan Juli yang akan keluar kemungkinan masih bagus dengan industri kurang terpengaruh oleh kenaikan virus.

Laporan pasar tenaga kerja dari ADP kemungkinan akan melaporkan sedikit kenaikan untuk posisi di bulan Juli setelah pada bulan Juni mencetak angka 2.369 juta.

PMI Non-Manufaktur untuk bulan Juli kemungkinan turun dengan sektor jasa terpukul baik secara bisnis maupun kontrak kerja.

Data klaim pengangguran mingguan juga bisa menggerakkan pasar.

Angka NFP bisa naik, bisa juga turun. Apabila naik maka akan menjadi kenaikan bulanan ketiga berturut-turut. Kemungkinan naik seperti angka 4,8 juta di bulan Juni sangat kecil. Demikian juga dengan tingkat pengangguran, yang pada bulan lalu turun ke 11.1, bulan ini kemungkinan akan naik. 

Secara tehnikal EUR/USD sudah diteritori “overbought” dan cenderung turun dengan “support” terdekat menunggu di 1.1766 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1690 dan kemudian 1.1572. Sedangkan “resistance” terdekat menunggu di 1.1805 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1884 dan kemudian 1.1925.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here