Weekly Market Review – Soft Commodities – Coffee – Sugar – Cocoa

897

(Vibiznews – Commodity) –  Pada penutupan pasar hari Jum’at harga soft commodities semua naik.

Harga kopi Arabika September naik karena pembelian teknikal, dan diakhir minggu naik untuk minggu yang ke dua menjadi tertinggi 3 ¼ bulan dan harga  kopi robusta masih naik walaupun ada tekanan likuidasi dari harga tertinggi 7 ¼ bulan.

Harga gula di New York pada penutupan pasar hari Jumat naik ke tertinggi 4 ¾ bulan karena melemahnya dolar dan meningkatnya ekspor gula ke Cina dan Indonesia.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat naik ke tertinggi 7 minggu karena melemahnya indeks dolar AS ke terendah 2 tahun dan harga kakao di London naik ke tertinggi 4 minggu.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

Harga kopi Arabika September di ICE New York  naik $3.60 (3.12%) menjadi $118.95  dan harga kopi Robusta September di ICE London naik 0.30%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi  dunia 2020/21 naik 5/5% dari tahun lalu menjadi tertinggi 176.1 juta kantong menurut USDA Foreign Agricultural Services (FAS).
  • Konsumsi kopi global naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 166.058 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia akan menjadi surplus 1.848 juta kantong dari surplus 5.832 juta kantong di 2018/19 menurut ICO
  • Perkiraan produksi kopi Arabika Brazil naik 14.5% dari tahun lalu mencapai rekor 67.9 kantong karena cuaca yang baik menurut FAS.
  • Perkiraan ekspor kopi Brazil di 2020/21 naik 12% dari tahun lalu menjadi 41.024 juta kantong menurut FAS.
  • Produksi kopi Arabika Colombia di bulan Juni naik 12 % dari tahun lalu menjadi 1.362 juta kantong.
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di bulan Juli turun 27% dari tahun lalu menjadi 120,000 MT  dan kumulatif ekspor Vietnam dari Januari – Juli  turun 0.01% dari tahun lalu menjadi 1.061 MMT menurut General Departement of  Vietnam Customs.
  • Produksi kopi Robusta Vietnam di 2020/21  diperkirakan turun 3.5% dari tahun lalu menjadi 30.2 juta kantong menurut  USDA – FAS .

Harga gula Oktober di ICE New York naik 53 sen (4.38%) menjadi $12.64 dan harga gula di London naik 3.64%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2019/20 ( April / Maret) turun 4.8% dari tahun lalu menjadi 166.7 MMT, setelah naik 0.6% dari tahun lalu mencapai rekor 185.2 MMT di 2018/19 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia akan defisit 9.3 MMT defisit terbesar sejak 11 tahun lalu,dari surplus 1.7 MMT di 2018/19 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan  akan naik 18.5% dari tahun lalu menjadi 35.3 MMT menurut CONAB.
  • Produksi gula India akan naik 17.7% dari tahun lalu menjadi 32.01 MMT karena perluasan area naik 8.1% menjadi 5.23 juta Ha menurut ISMA.
  • Perkiraan ekspor gula naik 7 MMT  naik 25.7% dari 2019/20 menurut ISMA.
  • Produksi gula Thailand di 2020 /21 turun 10% dari tahun lalu menjadi terendah 11 tahun sebesar 7.4 MMT dibawah perkiraan USDA 12.9 MMT karena cuaca kering terburuk selama 4 dekade menurut Czarnikow Group.

Harga kakao September di ICE New York naik $56 (2.39%) menjadi $2,400 per ton, dan harga kakao di ICE London naik 1.31%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Produksi kakao dunia di 2019/20 (Oktober – September) akan turun 0.6% dari tahun lalu menjadi 4.75 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling menjadi 4.783 MMT dari 4.784 MMT di 2018/19 turun 0.02 % penurunan pertama sejak 2016 menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao 2019/20 diturunkan menjadi defisit 80,000 MT dari defisit 85,000 MT menurut ICCO
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850.00 MMT menurut ICCO.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here