IHSG Jumat Siang Terkoreksi 1% ke 5123; Profit Taking dari Rally 3 Hari

352
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (7/8) terpantau terkoreksi signifikan 54,954 poin (1,06%) ke level 5.123,318 setelah dibuka menguat tipis ke level 5.180,064. IHSG dari zona hijau terkokeksi profit taking setelah rally 3 hari, sementara bursa kawasan Asia siang umumnya melemah di tengah pasar menantikan rilis berbagai data ekonomi bulan Juli dengan hati-hati.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah 0,36% atau 52 poin ke level Rp 14.637, dengan dollar AS di pasar uang Asia rebound teknikal setelah terkoreksi 3 hari di sesi sebelumnya; tertekan menjelang rilis lapangan kerja –non-farm payrolls– yang dikhawatirkan investor akan menunjukkan pelambatan ekonomi AS. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.585.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat tipis 1,792 poin (0,03%) ke level 5.180,064. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,762 poin (0,09%) ke level 810,861. Siang ini IHSG terkoreksi cukup signifikan 54,954 poin (1,06%) ke level 5.123,318. Sementara LQ45 terlihat turun 1,37% atau 11,115 poin ke level 800,472.

Siang ini sembilan dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang merosot 1,64%, diikuti sektor industry dasar yang turun 1,48%.

Tercatat sebanyak 136 saham naik, 279 saham turun dan 139 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 479.40 kali transaksi sebanyak 8,81 miliar lembar saham senilai Rp 6,647 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya bias melemah, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 0,68% dan Indeks Hang Seng yang turun tajam 2,27%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) -6,09%, Barito Pacific (BRPT)-3,80%, Indocement (INTP) -3,44%, dan Adaro (ADRO) -2,69%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkokeksi profit taking setelah rally 3 hari, sementara bursa kawasan Asia siang umumnya melemah di tengah pasar menantikan rilis berbagai data ekonomi bulan Juli dengan hati-hati. Berikutnya IHSG kemungkinan dalam profit taking yang terbatas untuk ke konsolidasi sejenak, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.278 dan 5.365. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 4.928, dan bila tembus ke level 4.712.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here