Penjualan Emiten Properti Kuartal II Berlanjut Turun; Tetap Ada Peluang

550

(Vibiznews – Property) – Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memperkirakan bahwa emiten properti di Indonesia akan mengalami penurunan penjualan sampai 40% pada kuartal II/2020 melanjutkan penurunan pada kuartal I sebelumnya, demikian menurut laporan Fitch baru-baru ini (4/8).

Menurut Fitch lagi, walaupun demikian, kenaikan prapenjualan terpantau masih dialami oleh dua perusahaan emiten, yakni, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Hal ini dimungkinkan dengan strategi perusahaan yang melakukan launching proyek secara online.

Laporan Fitch menyebutkan bahwa kenaikan prapenjualan ASRI didukung oleh minat tinggi masyarakat pada dua proyek ruko di kawasan Alam Sutera. Sementara penjualan LPKR ditopang oleh konsumen kelas menengah yang membeli Waterfront Estates di Lippo Cikarang.

Di tempat lain, Fitch memperkirakan permintaan terhadap lahan industri akan tetap melemah seiring dengan pandemi virus corona yang menahan minat investor. Data penjualan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), di antaranya, terpantau turun 90% pada kuartal II karena terbatasnya aliran dana dari investor, baik domestik maupun asing.

Di sisi lain, Fitch menyebutkan kawasan industri tetap berpeluang memanfaatkan tensi AS – China dengan menarik minat para investor China untuk merelokasi pabriknya ke Indonesia. Dukungan kuat dari pemerintah pusat terhadap investasi asing akan dapat menarik minat para investor.

Sebagaimana diketahui, terkait dengan upaya pemerintah menarik investor asing, Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu menyatakan sedang menyiapkan lahan seluas 4.000 hektar untuk mengantisipasi perpindahan investasi yang keluar dari China, Jepang, Korea dan juga Amerika. Lokasinya adalah di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.

Analis Vibiz Research Center melihat bahwa sektor properti memang telah terpukul cukup dalam pada pandemi ini, sebagaimana terjadi di berbagai negara di dunia dewasa ini. Namun, di tengah tekanan tetap ada peluang. Contohnya adalah kenaikan penjualan pada 2 emiten di atas yang menonjolkan strategi penjualan online. Demikian juga, peluang menarik investor asing sebagai dampak tensi dagang dan politik AS – China.

Belum lama lalu telah diberitakan dari BKPM bahwa setidaknya sudah ada 7 perusahaan atau investor asing yang merelokasikan pabriknya ke Indonesia, siap untuk ground breaking. Mereka disebutkan memilih kawasan industri Batang sebagai salah satu lokasinya.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here