Analisis Fundamental Yen Jepang dalam USDJPY Periode 10 – 14 Agustus

682

(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pekan lalu berhasil rebound secara mingguan setelah 2 pekan berturut bearish oleh bangkitnya kekuatan safe haven dolar dan lemahnya fundamental yen Jepang . Pekan lalu pair ditutup dengan penguatan 0,03% dengan sentimen pasar berpihak pada safe haven.

Menutup perdagangan pekan lalu, pair terangkat oleh bangkitnya  dolar AS dari posisi terendah 2 tahun setelah rilis data pekerjaan AS-NFP menunjukkan data yang kuat melebihi perkiraan. Kemudian posisi safe haven dolar AS semakin kuat setelah Presiden Trump menjatuhkan sanksi kepada pemimpin Hong Kong-Carry Liam dan beberapa tokoh China lainnya serta membatasi  transaksi bisnis  dengan TikTok dan WeChat.

Fundamental Pekan Lalu.
Melihat penggerak fundamental pekan lalu dari data ekonomi Jepang, PDB Jepang membukukan penurunan PDB ketiga berturut-turut, dengan penurunan 0,6% di triwulan ke-2 setelah dua penurunan berturut-turut menunjukkan resesi. Data Tokyo Core CPI meningkat menjadi 0,4%, naik dari 0,2% sebelumnya. Data konsumen lainnya terus menunjukkan penurunan. Penghasilan Kas Rata-rata turun 1,7%, sementara Pengeluaran Rumah Tangga turun 1,2% mengalahkan perkiraan.

Dari data ekonomi  AS, berita positif dari sektor manufaktur AS dengan data PMI meningkat menjadi 54,2 di bulan Juni, naik dari 53,6 sebelumnya. Data ketenagakerjaan AS lebih kuat dari yang diharapkan dengan Nonfarm payrolls melambat menjadi 1,76 juta, turun dari 4,8 juta sebelumnya namun mengalahkan perkiraan 1,53 juta. Pertumbuhan upah mengalahkan perkiraan -0,5% dengan kenaikan 0,2%, setelah dua penurunan berturut-turut. Selain itu, tingkat pengangguran turun dari 11,1% menjadi 10,2%, mengalahkan estimasi 10,5%.

Fundamental Pekan ini
Dari sisi data ekonomi tidak banyak rilis data ekonomi yang akan menjadi market mover pekan ini khususnya dari  Jepang. Pekan ini di Amerika fokusnya akan tertuju pada  data konsumen AS seperti  rilis CPI dan penjualan ritel.

Rilis data ekonomi dari Jepang hanya data minor seperti data current account, data PPI, data pesanan mesin dan aktivitas industri tertier.  Dari ekonomi Amerika Serikat, selain data CPI, PPI, retail sales juga perlu diperhatikan rilis data prelim sentimen konsumen dari UoM.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here