Rekomendasi Forex GBP/USD 10 – 14 Agustus 2020: Dapatkah “Bearish” Mengambil Alih?

1214

(Vibiznews – Forex) Minggu lalu menguatnya dolar AS menyebabkan GBP/USD turun ke 1.3050 setelah sebelumnya sempat naik ke rekor 1.32 karena BoE memberikan gambaran yang cerah mengenai pemulihan ekonomi Inggris. Namun pendekatan yang setengah-setengah dengan berkata bahwa pemerintah kemungkinan akan menarik sebagian dari stimulus, pada akhirnya membuat ketakutan datang karena ekonomi AS, hubungan AS-Cina dan coronavirus yang memburuk.

Kasus coronavirus meningkat meskipun masih terlokalisir. Kota Skotland, Aberdeen bergabung dengan Leicester, Mancester dan lainnya dalam menerapkan kembali restriksi dan kedatangan orang dari luar negeri dibatasi.

Ketegangan AS – Cina meningkat setelah Presiden Donald Trump mengenakan restriksi terhadap TikTok dan WeChat, dua perusahaan tehnologi Cina yang terkemuka. Hal ini membuat suram sentimen pasar dan mengakibatkan mengalirnya arus safe-haven kepada dolar AS.

Trump mengancam akan mengintervensi dengan “executive order” untuk memecahkan kebuntuan yang terjadi antara Demokrat dengan Republikan di dalam paket kelegaan berikutnya.

Non – Farm Payrolls menunjukkan kenaikan pekerjaan sebanyak 1.763.000 yang lebih baik daripada yang diperkirakan. Tingkat pengangguran berada di 10.2% pada bulan Juli.

Jumlah kasus coronavirus sudah memperlihatkan tanda-tanda menurun pada awal bulanAgustus.

Event minggu ini di Inggris masih terus mengamati penyebaran Covid – 19. Sebegitu jauh angka di Inggris masih lebih baik daripada rekan – rekannya di Uni Eropa. Setiap kenaikan bisa meningkatkan kemungkinan Lockdown di London yang menjadi ancaman paling signifikan bagi pemulihan ekonomi.

Pembicaraan perdagangan AS – Inggris dan Brexit diperkirakan tidak akan mengalami terobosan dalam jangka pendek sehingga apabila ada sedikit saja berita baik akan mendorong naik sterling. Sementara ketegangan Cina – Inggris telah mereka, namun apabila London terbawa oleh Washington untuk bertikai lagi dengan Beijing, poundsterling akan terpukul.

Indikator ekonomi yang akan keluar adalah laporan pekerjaan pada hari Selasa yang kemungkinan akan tetap bagus yang menunjukkan kesuksesan respon ekonomi pemerintah. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada pada 3.9% di bulan Juni, sama persis dengan di bulan Januari sebelum coronavirus merebak. Event ekonomi lainnya adalah angka GDP kuartal kedua yang diperkirakan akan naik di bulan Juni untuk memitigasikan kejatuhan yang telah dilaporkan pada bulan April dan Mei yang menghasilkan penurunan hanya 1.8% dibandingkan dengan kuartal pertama dimana minus-nya sebanyak 2.2%. Ini adalah berita yang baik dengan negara maju lainnya menderita lebih banyak daripada Inggris. Namun apabila kekuatiran pasar meningkat, angka GDP yang baik kemungkinan akan diabaikan.

Dari Amerika Serikat, statistik Covid – 19 terus menjadi perhatian dengan kecenderungan terjadinya penurunan. Apabila statistik membaik maka dolar AS akan terdorong naik. Perundingan mengenai stimulus fiskal kemungkinan akan mencapai kesepakatan pada minggu ini. Nilai kesepakatan yang lebih besar, lebih baik bagi pasar, sementara tertundanya pembicaraan bisa merusak pasar.

Pertikaian antara AS – Cina akan mendapatkan perhatian  yang lebih besar dengan para negosiator perdagangan akan bertemu pada minggu ini untuk menghitung pelaksanaan kesepakatan dagang fase kesatu. Ancaman terhadap kesepakatan akan menekan pasangan matauang ini.

Kalender ekonomi pada hari Rabu adalah CPI inti yang diperkirakan tetap mendekati 1% jauh dibawah target Federal Reserve sebanyak 2%.

Klaim pengangguran mingguan pada hari Kamis akan juga diperhatikan dengan para investor ingin mengetahui apakah angka minggu lalu yang bagus adalah permulaan pemulihan atau hanya angka satu kali saja.

Hari Jumat akan  ada data penjualan ritel untuk bulan Juli yang diperkirakan akan melambat pemulihannya dan bahkan mungkin berbalik turun. Selanjutnya  University of Michigan’s preliminary Consumer Sentiment Index untuk bulan Agustus yang akan diperhatikan untuk melihat apakah penurunan Covid – 19 sudah menggerakkan konsumsi atau belum?

Secara tehnikal pasangan matauang ini sudah keluar dari posisi “overbought” sehingga ada potensi naik yang diteguhkan juga oleh Simple Moving Average yang sudah diperdagangkan diatas 50,100 dan 200 hari. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3100 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3170 dan kemudian 1.3200. Sedangkan “support” terdekat menunggu di 1.3015 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2980 dan kemudian 1.2900.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here