Harga Jagung Naik Setelah Laporan Bulanan WASDE

773

(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung naik setelah laporan bulanan WASDE yang melaporkan persediaan dan permintaan jagung.

Harga jagung Desember naik 3.75 sen menjadi $3.2725  perbushel.

Perkiraan USDA untuk rata-rata hasil panen sebesar 181.8 bpa, sedangkan para pedagang memperkirakan 180.5 bpa.  Perkiraan produksi per are akan menghasilkan jagung sebesar 278 mbu – 15.278 bbu. Perkiraan untuk persediaan baru lebih kecil dari perkiraan pedagang sebesar 2.756 milyar bushel.

EIA melaporkan produksi etanol mingguan sampai 6 Agustus  sebesar 918k barel, lebih kecil 13k bpd dari minggu sebelumnya tapi persediaan turun 596k barel menjadi 19.75 juta barel.  Persediaan etanol terendah sejak 30 Desember 2016.  Jagung yang digunakan untuk etanol sebesar 5.2 bbu tidak berubah dari laporan WASDE bulan Juli.

USDA memperbaiki produksi  jagung  global di 2020/21 naik  7.82 MMT menjadi 1.171 BMT.  Persediaan akhir  dunia diperkirakan sebesar 317.46 MMT untuk 2020/21, naik 2.42 MMT dari bulan Juli.

Perkiraan laporan ekspor mingguan untuk hari Kamis antara 0.1 – 0.4 MMT untuk persediaan lama dan 0.3 – 1.00 MMT untuk persediaan baru.

FSA melaporkan 5.37 juta are areal tanaman jagung, 60% dari total area pertanian.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $3.11 dan berikut ke $3.07 sedangkan resistant pertama di $3.15 dan berikut ke $3.18.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here