Harga Kedelai Naik Akibat Meningkatnya Ekspor Mingguan

208

(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai naik pada penutupan pasar hari Kamis  karena meningkatnya ekspor mingguan.

Harga kedelai Nopember  di CBOT ditutup naik 16.5 sen menjadi $8.9950 per bushel, harga soymeal Desember naik $8.9 (3.07%) menjadi $298.7 per ton, dan harga minyak  kedelai  Desember turun 36 sen (1.14%) menjadi $31.19.

Cina membeli 197,000 MT  kedelai persediaan baru dari AS, sementara eksportir melaporkan ada penjualan 202,000 MT ke negera yang tidak diketahui.

Laporan ekspor mingguan dari USDA pada hari Kamis untuk persediaan lama sebesar  570,100 MT. Pembelian Cina sebesar 73.8% dari total ekspor mingguan.  Ekspor persediaan baru diatas perkiraan sebesar 2,84 MMT, Cina membeli 1,71 MMT dan 872,500 MT dijual ke negara yang tidak  diketahui.

Ekspor mingguan untuk  Soymeal dibawah perkiraan sebesar 252,366 sampai 6 Agustus dengan  182k MT untuk 2019/20 dan 70 K MT  untuk persediaan baru. Ekspor mingguan minyak kedelai sebesar 48.700 MT pembelian terbesar sejak  23 September 2010.

Perkiraan analyst sebesar 172 mbu kedelai yang digiling untuk minyak kedelai menurut NOPA pada bulan July . Persediaan minyak kedelai sebesar 1.688b lbs.

Laporan WASDE perkiraan produksi kedelai sebesar 4.425 milyar bushels, naik 290 juta bushel karena panen yang meningkat.  Area penanaman diperkirakan 83,0 juta are tidak meningkat dibanding perkiraan Juli.

Persediaan kedelai di 2020/21 diperkirakan mencapai 5.1 milyar bushel, naik 13% dari tahun lalu. Ekspor kedelai AS naik 75 juta bushel menjadi 2.13 milyar bushel karena meningkatnya permintaan global.  Persediaan akhir kedelai sebesar 610 juta bushel, naik 185 juta dari bulan lalu.

Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support pertama di $8.65 dan berikut ke $8.57 sedangkan resistant pertama di $8.81 dan berikut ke $8.89.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here