Paket Stimulus AS dan Tensi AS-China — Market Outlook, 17-21 August 2020 by Alfred Pakasi

799

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Tertundanya kesepakatan di Kongres AS antara Demokrat dan Republik untuk paket stimulus bantuan virus corona senilai $1 triliun,
  • Perkembangan kasus Covid – 19 dan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi global, dengan meningkatnya kasus baru di Eropa dan menurun di AS, serta adanya harapan akan vaksin, termasuk dari Rusia.
  • Perkembangan tensi AS – China, dengan pertemuan dagang akhir minggu ini untuk mengevaluasi kesepakatan fase satu.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 21.3 juta orang terinfeksi di dunia dan 763 ribu orang meninggal, dan menyebar ke 213 negara dan teritori.

Pasar saham dunia umumnya menguat agak terbatas, harga emas yang terkoreksi dalam dari posisi rekor tertingginya, serta US dollar yang kembali tertekan panjang.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan penyebaran wabah virus corona, tensi AS – China, dan peluang pemulihan ekonomi akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 17-21 August 2020.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat cukup signifikan di antaranya setelah Presiden Jokowi berpidato menyampaikan dianggarkannya dana program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sekitar Rp 356,5 triliun pada tahun depan. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya bias menguat. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 2.02% ke level 5,247.690. Untuk minggu berikutnya (18-21 Agustus 2020), IHSG kemungkinan akan bias positif yang terbatas karena minggu yang pendek dengan 2 hari libur nasional – termasuk hari libur HUT Kemerdekaan RI ke-75- dimana investor mengamankan posisinya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 5280 dan kemudian 5365, sedangkan support level di posisi 5022 dan kemudian 4964.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau dalam koreksi di minggu keduanya ke posisi sekitar 3 bulan terendahnya, sementara dollar global terlihat berlanjut terkoreksi di minggu kedelapannya, sehingga rupiah secara mingguannya melemah 1.16% ke level Rp 14,795. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan cenderung naik, atau kemungkinan rupiah kembali terkoreksi, dalam range antara resistance di level Rp14,954 dan Rp15,008, sementara support di level Rp14.467 dan Rp14.296.

===

Bank Indonesia merilis data pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) pada akhir triwulan II 2020 tercatat sebesar 408,6 miliar dolar AS. Ini merupakan kenaikan 5% (yoy), dan BI menyatakan bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio ULN Indonesia terhadap PDB pada akhir triwulan II tercatat sebesar 37,3%.

Presiden Joko Widodo saat memberikan Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2021 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR/DPR/DPD, akhir pekan lalu menyatakan Pemerintah menyiapkan dana untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sekitar Rp 356,5 triliun pada tahun depan. Dana ini sudah dicantumkan dalam RAPBN 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum berlanjut tertekan di minggu ke-8-nya, sempat menguat di awal pekan tetapi kemudian tergerus oleh penundaan kesepakatan Kongres AS untuk paket stimulus bantuan virus corona, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah ke 93.10. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau berlanjut menguat ke 1.1840. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1916 dan kemudian 1.1996, sementara support pada 1.1641 dan 1.1370.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat tipis ke level 1.3079 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3200 dan kemudian 1.3284, sedangkan support pada 1.2480 dan 1.2204. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 106.54.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 108.17 dan 109.85, serta support pada 104.18 serta level 101.18. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7170. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7183 dan 0.7206, sementara support level di 0.6924 dan 0.6776.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum dengan bias menguat oleh kenaikan bursa Wall Street karena data tenaga kerja AS yang menunjukkan pemulihan. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 23,289. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 23807 dan 24115, sementara support pada level 21530 dan 20335. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 25,183. Minggu ini akan berada antara level resistance di 26782 dan 27767, sementara support di 24148 dan 23685.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat oleh bagusnya data klaim pengangguran yang lebih baik dari ekspektasi walau tertahan pembicaraan kongres AS tentang paket stimulus fiskal yang belum tuntas. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 27,931.02, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 28403 dan 29409, sementara support di level 26103 dan 24843. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 3,369.8, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3394 dan 3400, sementara support pada level 3221 dan 2994.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau terkoreksi tajam setelah rally 9 minggu dan mencetak rekor tertingginya, digerus oleh kenaikan pada U.S. 10-year Treasury yields dan kebuntuan pembicaraan RUU paket stimulus AS, sehingga harga emas spot secara mingguan terkoreksi 4,5% dari level rekornya ke level $1,944.71 per troy ons, membukukan minggu terburuk sejak Maret. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $2075 dan berikut $2100, serta support pada $1862 dan $1795.

 

Isyu perkembangan ekonomi dan politik kerap menghangati kabar pergerakan pasar investasi. Bagi sebagian orang kadang hal ini sulit dimengerti. Adakalanya isyu ini bisa mendongkrak harga, adakalanya meluruhkan harga aset investasi. Benar, hal itu dapat saja terjadi, tergantung bagaimana perkembangan dan perkiraan dampak dari ekonomi serta politik ini akan berlanjut. Seringkali spekulasi pasar yang lebih dominan memengaruhi pasar di sini, dan bukannya suatu bentuk ekspekasi yang rasional. Dalam hal ini, Vibiznews.com dapat menjadi konsultan investasi Anda. Ini telah terbukti pada berbagai situasi siklus ekonomi. Terima kasih telah setia bersama dengan kami yang adalah partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Bersama ini juga kami sampaikan Dirgahayu HUT RI ke-75. Merdeka!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here