Nikkei 17 Agustus Terpukul Laporan Kontraksi Ekonomi Jepang

255

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang alami tekanan jual pada perdagangan awal pekan hari Senin (17/8/2020) merespon laporan awal pertumbuhan ekonomi Jepang yang mencatat rekor kontraksi pada kuartal kedua tahun 2020. Data PDB Jepang tersebut menambah kekuatan perdagangan safe haven yang menguntungkan yen Jepang, namun menekan harga saham.

Pertumbuhan ekonomi Jepang menyusut 7,8% kuartal ke kuartal karena konsumsi swasta, belanja modal, belanja pemerintah semuanya menurun, yang menyusut 27,8% secara tahunan dan pada tingkat yang tidak terlihat selama 40 tahun. Ekspor juga turun terbesar sejak Q1 2009 sementara impor turun untuk kuartal ketiga berturut-turut, produksi industri naik 1,9% bulan ke bulan di bulan Juni 2020 menyusul penurunan 8,9% di bulan Mei dan membukukan peningkatan pertama dalam hasil industri sejak Februari.

Indeks Nikkei ditutup turun 192,61 poin atau 0,83% lebih rendah ke posisi 2.3096,75, penurunan harian terbesar sejak 31 Juli. Demikian  indeks Topix terkoreksi turun 13,56 poin atau 0,84% lebih rendah ke posisi 1.609,82. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan September 2020 kini sedang bergerak positif dengan turun 200 poin atau 0,86% ke posisi 23.080.

Pelemahan indeks Nikkei paling banyak ditekan oleh anjloknya saham sektor  industri dan sektor perawatan kesehatan. Yang berkinerja buruk di antara 30 saham Topix teratas adalah saham Recruit Holdings Co Ltd yang turun 3,17% dan saham pembuat obat Daiichi Sankyo Co Ltd anjlok 2,21%. Sedangkan yang  menguat terbesar adalah saham  Hitachi NSE naik 1.08% dan saham pembuat mobil Honda Motor Co Ltd yang naik 0,7%.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here