Forex Eropa GBPUSD 19 Agustus: Data Inflasi Inggris Perkuat Rally

464

(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari  Rabu (19/8/2020)  poundsterling lanjutkan rally mendaki ke posisi tertinggi sejak 31 Desember 2019 atau 8 bulan. Pair mendapat tenaga lanjutan setelah sempat bergerak retreat di sesi Asia oleh laporan tingkat inflasi Inggris dan juga posisi pelemahan dolar AS.

Data inflasi yang dilaporkan menunjukkan harga konsumen Inggris naik 1% pada bulan Juli, lebih dari yang diharapkan sebelumnya. Indeks terangkat oleh biaya pakaian, biaya transportasi dan juga barang-barang rumah tangga pasca lockdown yang disebabkan oleh virus corona.

Indeks dolar jatuh untuk sesi ke-6 berturut-turut yang diperdagangkan di sekitar 92, di level terendah sejak Mei 2018 karena investor mencerna kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi AS, ketidakpastian apakah anggota parlemen AS akan mencapai kesepakatan tentang paket bantuan virus corona baru, dan memuncaknya ketegangan AS-China.

Pembicaraan Brexit juga menjadi sorotan, dengan negosiator Inggris David Frost mengatakan bahwa kesepakatan antara kedua belah pihak tentang hubungan masa depan mereka dapat dicapai secepatnya pada bulan September, bahkan ketika mereka masih terbagi dalam masalah utama.

Untuk pergerakan selanjutnya secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD lanjut menguat, dan kini pair berada di posisi 1,3260 yang mendekati resisten kuat harian pair. Jika berhasil menembus 1.3275 akan lanjut ke resisten berikutnya di  1,3290-1,3327.  Namun jika terjadi koreksi  negatif, pair akan meluncur ke posisi 1,3210, jika tembus akan turun ke support kuatnya di 1,3140-1,3090.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here