Rekomendasi Harga Minyak 24 – 28 Agustus 2020: Tertekan Outlook OPEC Yang Negatif

303

(Vibiznews – Commodity) Pada hari Kamis minggu lalu, Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dengan para sekutunya, yang sering disebut dengan OPEC+, mengatakan kepada Reuters,”OPEC+ melihat skenario alternatif dimana gelombang kedua virus corona yang berkepanjangan membawa kepada penurunan pemulihan ekonomi dan melemahnya permintaan terhadap minyak.”

Berita ini menambahkan pernyataannya bahwa OPEC+ melihat permintaan minyak mentah akan turun sebanyak 11,2 juta barel perhari pada tahun 2020.

Harga minyak WTI turun sekitar 1% ke $42.30 per barel dengan OPEC menganggap kecepatan pemulihan ekonomi global kelihatannya lebih lambat daripada yang diperkirakan, yang disebabkan karena berkepanjangannya gelombang Covid – 19, namun tidak berbicara banyak mengenai pengurangan produksi, selain meminta untuk mengkompensir kelebihan produksi beberapa bulan yang lalu.

Sementara itu data dari EIA menunjukkan bahwa inventori minyak AS turun 1.9 juta barel pada minggu lalu, kurang daripada yang diperkirakan oleh para analis.

Kekuatiran akan melimpahnya minyak mentah yang disebabkan karena supply yang solid dan melemahnya prospek permintaan akan memberikan tekanan jual terhadap minyak mentah pada minggu ini.

Ketidak sanggupan harga minyak untuk menembus “resistance” di $43 akan membuat koreksi terhadap harga minyak yang akan mengarah ke batas $40.

“Support” terdekat menunggu di $42.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $41.22 dan kemudian $40.00. Sedangkan Kenaikannya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $43.20 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $43.68 dan kemudian $44.90.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here