Bursa Saham Amerika Masih Memberikan Keuntungan Merespon Pengumuman Fed

243

(Vibiznews-Index) – Bursa saham Amerika alami fluktuasi harga sepanjang perdagangan yang berakhir Jumat dinihari WIB (28/8/2020),  sehingga ketiga indeks utama ditutup mixed. Indeks S&P 500 masih mampu mencapai rekor penutupan tertinggi baru dan Dow Jones cetak penutupan harian tertinggi dalam lebih dari enam bulan, sedangkan Nasdaq alami profit taking.

Indeks Dow Jones naik 160,35 poin atau 0,6 persen menjadi 28.492,27 dan indeks S&P 500 naik 5,82 poin atau 0,2 persen menjadi 3.484,55. Sementara itu, indeks Nasdaq yang beberapa hari terakhir rally, turun 39,72 poin atau 0,3 persen menjadi 11.625,34.

Pergerakan fluktuatif saham di Wall Street dipengaruhi oleh pengumuman Fed akan pandangan baru target inflasi dan juga pasar ketenagakerjaan, juga dipengaruhi rilis data ekonomi yang mixed.

Lihat: Fed Umumkan Strategi Baru Pulihkan Ekonomi Amerika Serikat

Pasar berasumsi komentar kepala Fed  dipandang sebagai indikasi bank sentral akan meninggalkan suku bunga pada tingkat mendekati nol di masa mendatang bahkan jika ada percepatan laju inflasi.

Dari laporan ekonomi yang dirilis,  Departemen Tenaga Kerja laporkan  kemunduran dalam klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS di pekan yang berakhir 22 Agustus. Klaim turun menjadi 1,006 juta, lebih rendah dari perkiraan  1 juta.

Kemudian laporan terpisah dari Departemen Perdagangan menunjukkan aktivitas ekonomi AS berkontraksi sedikit lebih rendah dari perkiraan semula pada kuartal kedua, meskipun laporan tersebut masih menunjukkan penurunan tajam dalam produk domestik bruto. Sementara itu, indeks  penjualan rumah yang tertunda melonjak 5,9 persen menjadi 122,1 pada Juli setelah melonjak sebesar 15,8 persen menjadi 115,3 pada bulan Juni.

Secara sektoral, saham maskapai penerbangan alami kinerja terbaik dengan menghasilkan lonjakan 3,9 persen oleh NYSE Arca Airline Index.  Penguatan yang cukup besar juga terlihat pada saham-saham perbankan yang tercermin dari kenaikan Indeks KBW Bank sebesar 2,4 persen.

Saham real estat komersial yang sensitif terhadap suku bunga juga mengalami penguatan yang cukup besar, bergerak lebih tinggi secara signifikan bersama dengan saham gas alam dan juga broker.

Pergerakan negatif terjadi pada saham sektor layanan emas dengan  Indeks Bugs Emas Arca NYSE turun 2,3 persen. Selain itu juga terlihat pelemahan pada saham semikonduktor dan jaringan yang menekan indeks Nasdaq.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here