Bursa Amerika Sepanjang Bulan Agustus Cetak Prestasi Hebat

378

(Vibiznews-Index) – Perdagangan saham akhir bulan Agustus di bursa  Amerika  yang berakhir Selasa dinihari WIB (1/9/2020) didominasi oleh saham-saham teknologi yang melonjak tinggi. Karenanya indeks Nasdaq kembali mencetak rekor tertinggi barunya, namun 2 indeks utama Wall Street lainnya terkoreksi.

Indeks Dow Jones  berakhir turun 223,82 poin atau 0,78 persen pada 28.430,05, indeks S&P 500 ditutup dengan kerugian 7,70 poin atau 0,22 persen pada 3.500,31, sementara indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi naik 79,82 poin atau 0,68 persen menjadi 11.775,46.

Namun sepanjang bulan Agustus semua indeks utama mencatat prestasi yang hebat, indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak kenaikan bulanan terbesar  sejak 1980-an. Indek s Dow Jones mencetak  kenaikan 7,6 persen, indeks S&P 500 bullish hingga naik 7 persen dan indeks Nasdaq melaju cukup cepat dengan kenaikan 9,6 persen.

Kinerja mantap di bulan Agustus disumbang oleh minat untuk aset berisiko meningkat di tengah harapan untuk pemulihan yang cepat dari pukulan ekonomi yang disebabkan pandemi dibantu oleh kebijakan fiskal dan moneter,  dan kemajuan dalam perang melawan virus corona.

Untuk pergerakan saham ini dipengaruhi oleh kekhawatiran tentang ketegangan AS-China dan laporan yang menunjukkan lonjakan kasus virus korona baru di beberapa negara bagian di seluruh Amerika. Selain itu Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida mengatakan hari ini bahwa suku bunga tidak akan dinaikkan hanya karena tingkat pengangguran turun.

Merespon sikap Fed hari ini, saham perbankan sebagian besar melemah  karena investor mengharapkan suku bunga tetap mendekati nol untuk waktu yang cukup lama. Saham JP Morgan Chase anjlok 2,28%, saham Mastercard anjlok 6,85% dan saham Bank of AMerika anjlok 0,51%.

Sebaliknya saham besar yang menguat seperti saham Apple  naik hampir 3,5 persen, saham Teslamencetak  kinerja yang gemerlap dan berakhir lebih kuat sebanyak 12,3 persen. Saham Alexion Pharma  dan NetApp masing-masing naik 6,8 persen dan 3,7 persen.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here