IHSG Kamis Siang Terkoreksi 0,7% ke 5276; Bursa Asia Menguat Terpicu Manufaktur China dan Wall Street

227
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (3/9) terpantau terkoreksi 35,427 poin (0,67%) ke level 5.276,543 setelah dibuka menguat ke level 5.328,950. IHSG dari zona hijau digerus koreksi profit taking, sementara bursa kawasan Asia siang umumnya menguat oleh data manufaktur China yang berekspansi dan mengikuti indeks S&P500 yang kembali mencetak rekor.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah 0,29% atau 42 poin ke level Rp 14.787, dengan dollar AS di pasar uang Asia beranjak naik setelah menguat 2 hari di sesi sebelumnya; oleh investor yang memangkas penjualan dollar dan melepas euro yang dikhawatirkan ECB terlalu cepat apresiasinya. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.745.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 16,980 poin (0,32%) ke level 5.328,950. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,656 poin (0,32%) ke level 845,824. Siang ini IHSG terkoreksi 35,427 poin (0,67%) ke level 5.276,543. Sementara LQ45 terlihat turun 0,95% atau 8,021 poin ke level 835,147.

Siang ini sembilan dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor aneka industri yang merosot 1,93%, diikuti sektor infrastruktur yang turun 0,92%.

Tercatat sebanyak 121 saham naik, 271 saham turun dan 167 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 396.27 kali transaksi sebanyak 10,60 miliar lembar saham senilai Rp 4,290 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya variative bias menguat, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 1,14%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,31%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain AKR (AKRA) -3,38%, Adaro (ADRO) -2,47%, Bank BRI (BBRI) -1,91%, dan Astra (ASII) -1,89%,

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini kembali dihadang koreksi profit taking, sementara bursa kawasan Asia siang umumnya menguat oleh data manufaktur China yang berekspansi dan indeks S&P500 yang mencetak rekor. Berikutnya IHSG kemungkinan agak berkonsolidasi, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.406 dan 5.715. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.221, dan bila tembus ke level 5.120.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here