Rekomendasi Harga Minyak 7 – 11 September 2020: Turun Karena Melimpahnya Persediaan Minyak AS & Kuatnya USD

345

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka kontrak bulan Oktorber pada hari Rabu minggu lalu turun hampir 3 persen setelah munculnya data inventori minyak mentah AS yang terbaru. Review data mingguan untuk minggu yang berakhir pada tanggal 28 Agustus membingungkan sebagian trader minyak yang mengakibatkan penurunan harga minyak yang dalam.

Energy Information Administration (EIA) mengumumkan bahwa inventori minyak mentah AS telah turun sebanyak 9.4 juta barel, sementara perkiraan konsensus memproyeksikan jauh lebih sedikit kontraksi, hanya 2 juta barel.

Logikanya laporan dari  EIA harusnya membuat harga minyak naik tinggi karena berdasarkan laporan dari EIA, inventori minyak mentah AS turun jauh. Tetapi kenyataannya yang terjadi justru sebaliknya, harga minyak justru turun jauh .

Analisa selanjutnya dari laporan EIA tersebut mengungkapkan adanya kalimat di dalam laporan tersebut yang berbunyi:

“Inventori minyak mentah komersial AS turun 9.4 juta barel dari minggu sebelumnya sehingga jumlah inventori minyak mentah AS untuk tahun ini menjadi tinggal 498.4 juta barel, sekitar 14% diatas dari rata-rata inventori minyak mentah selama 5 tahun.

Jadi meskipun terjadi pengurangan dalam inventori minyak mentah AS yang signifikan dan tidak terduga, namun persediaan agregatnya tetap jauh lebih besar daripada biasanya, itulah sebabnya harga minyak mentah jatuh beberapa hari terakhir ini.

Kejatuhan harga minyak mentah yang sekarang diperdagangkan disekitar $39.67 ini juga disebabkan kenaikan dolar AS belakangan ini.

Setelah minggu lalu, mengalami penurunan ke kerendahan hampir 2 tahun, indeks dolar AS minggu ini berhasil bangkit dan stabil disekitar 92.80.

Dolar AS telah terus mengalami rally pada akhir minggu lalu dengan bagusnya data-data ekonomi yang keluar dari AS. ISM PMI menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Tingkat pengangguran mengejutkan turun ke 8.4%. NFP naik sebanyak 1.371.000 sesuai dengan yang diperkirakan.

Kebangkitan dari dolar AS ini sebenarnya bukanlah suatu kejutan yang signifikan. Para analis telah memperhatikan bahwa dolar AS telah matang untuk keluar dari tekanan jangka pendek yang terus membuatnya turun.

Penurunan lebih jauh akan berhadapan dengan “support” terdekat di $39.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $39.00 dan kemudian $38.40. Sedangkan kenaikannya kembali akan berhadapan dengan “resistance” yang terdekat di $40.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $40.40 dan kemudian $41.00.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here