Harga Minyak Sawit Turun, Sementara Menanti Laporan MPOB

158

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit turun dari harga tertingginya karena perkiraan peningkatan dari persediaan di bulan Agustus untuk pertama kalinya sejak Mei, sementara menantikan laporan persediaan dan penawaran dari MPOB pada tanggal 10 September.

The Malaysian Palm Oil Association memperkirakan produksi di bulan Agustus naik 3.79% dari bulan Juli menjadi 1.87 juta ton, lebih tinggi dari perkiraan Reuters sebesar 1.84 juta ton.

Ini akan menekan harga minyak sawit karena perkiraan persediaan akan naik diatas 1.8 juta ton di akhir Agustus.

Surveyor Intertek Testing Services melaporkan ekspor minyak sawit selama 5 hari pertama naik 33% dari bulan sebelumnya, sehingga dapat meningkatkan harga minyak sawit.

Survey dari Reuter menunjukan bahwa persediaan minyak sawit di Malaysia di akhir Agustus naik 5.4% dari bulan Juli menjadi 1.79 juta ton.

Laporan MPOB untuk persediaan dan permintaan akan diumumkan hari Kamis, 10 September.

Harga minyak kedelai di Dalian naik 0.24% dan harga minyak sawit turun 0.95% . CBOT harga minyak kedelai naik 0.15%.

Persediaan dan permintaan dari negara-negara lain:

Indonesia.

Indonesia berencana untuk merubah kebijakan mengenai ekspor supaya ekspor minyak sawit meningkat dan Indonesia dapat memperoleh devisa, namun program Biodiesel masih berlangsung.

Indonesia sejak Juni tahun ini telah mengumpulkan maximum USD55 per ton dari ekspor minyak sawit

Program Biodiesel bertujuan untuk meningkatkan konsumsi minyak sawit dan mengurangi biaya import dari minyak mentah.

India

Impor minyak sawit  India turun 11% menjadi 734,00 ton di bulan Agustus dari bulan sebelumnya dan di Agustus 2019 sebesar 852,534 ton.

Penurunan pembelian India akan meningkatkan persediaan dari produsen terbesar minyak sawit di Indonesia dan Malaysia, dan akan membuat kenaikan harga 22% selama kuartal ini karena kenaikan permintaan minyak sawit untuk digunakan pembuatan  coklat – ice cream dan shampoo akan berhenti.

Konsumsi minyak sawit dari restoran dan hotel turun karena pemerintah kembali memberlakukan peraturan “stay at home” untuk mencegah penyebaran virus corona.

Impor minyak kedelai India di bulan Agustus turun 391,000 ton dari 484,525 ton pada bulan sebelumnya.  Pembelian minyak bunga matahari turun 158,000 ton dari 208,747 ton. Total impor minyak nabati India turun 1.3 juta ton dibanding 1.52 juta ton di bulan Juli.

Total impor minyak sawit sebesar 800,000 ton di bulan Agustus menurut Sunvin Group, konsultan dan pedagang minyak sawit di Mumbai. Pembelian minyak kedelai diperkirakan 410,000 ton dan minyak bunga matahari 160,000 ton.

Thailand

Thailand menyetujui rencana mengurangi persediaan CPO yang banyak supaya harga CPO di dalam negeri meningkat.

Pemerintah Thailand menyetujui permohonan dari National Palm Oil Policy Commitee untuk mengekspor 300,000 ton CPO mulai Maret tahun depan. Pemerintah akan membantu petani dengan memberikan subsidi sebesar  618 juta bath untuk transportasi, dan biaya pengiriman ditambah  2 bath perkg bagi para Eksportir CPO.

Departemen Energy Thailand sedang memohon persetujuan dari  the Budget Bereau untuk membeli 100,000 ton CPO, keputusan masih menunggu pertemuan pada akhir bulan ini.

Pemerintah telah mempromosikan untuk menggunakan B10, biodiesel berbasis minyak sawit, untuk mengurangi surplus CPO di pasar Thailand, selain itu harga B10 lebih murah dari B7 yang harganya 3 baht perliter. Telah disediakan 6,222 pompa bensin yang melayani pembelian B10, sehingga dari tanggal 1-9  September terjual 18.45 juta liter B 10.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit support pertama di 2,820 ringgit berikutnya 2,760 ringgit, sedangkan resistant pertama di 2,920 ringgit, dan 2,940 ringgit.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here