Mewaspadai Sentimen Bearish dan Mencari Peluang Positif – Market Mover 9 September 2020 by Asido Situmorang

461

(Vibiznews – Market Mover) Pasar perdagangan global hari-hari ini diwarnai berbagai sentimen bearish. Merosotnya enam saham besar teknologi yaitu apple, Microsoft, alphabet, amazon, tesla dan facebook, dimana diberitakan kerugian gabungan keenam saham teknologi besar tersebut mencapai lebih dari $ 1 triliun dalam tiga hari, dan sentimen ini menekan sektor teknologi passar saham global.

Juga negatif tajamnya PDB kuartal kedua zona Eropa menekan pasar Eropa, semakin memicu kekhawatiran pemulihan ekonomi di kawasan Eropa.

Ada lagi dari berita vaksin vírus corona, ditundanya uji coba tahap akhir dari vaksin corona perusahaan AstraZeneca memicu keraguan akankah hasil vaksin corona dapat berhasil, dan ini juga memberikan sentimen bearish bagi pasar global.

Namun perlu dicermati juga peluang positif yang dapat mengangkat pasar global. Jika dilihat dari data Jobless claim AS yang akan dirilis pada Kamis malam, diindikasikan terjadi penurunan klaim pengangguran AS minggu lalu, jika terealisir dapat mendukung pasar global. Juga dengan merosot tajamnya saham teknologi, diperkirakan akan terjadi aksi bargain hunting memanfaatkan harga saham yang turun, yang akan dapat mengangkat kembali pasar saham global, diperkirakan saham teknologi akan bergerak naik melihat kebutuhan dunia saat ini akan teknologi.

Bagaimana pergerakan pasar perdagangan global pada pekan ini ?

Pasar saham global diperkirakan akan bergerak rebound setelah merosotnya saham teknologi, dimana para analis mengatakan saham teknologi akan terus meningkat. Bursa Asia Rabu pagi ini masih merasakan imbas negatif pelemahan saham teknologi. Namun Bursa Eropa dan AS diperkirakan dapat meningkat. Juga jika data jobless claim AS menurun, akan menguatkan bursa AS dan global.

Dari pasar forex, dólar AS masih terus meningkat. Pelemahan ekonomi zona Eropa kuartal kedua dan prediksi No Deal Brexit, akan menekan euro dan poundsterling. Namun jika Bursa global pulih, maka kemungkinan dólar AS akan tertekan.

Dari pasar komoditas, pelemahan ekonomi global dan pandemi coronavirus memicu kekhawatiran penurunan permintaan minyak, dan dapat menekan harga minyak. Namun jika Kamis malam data pasokan mingguan  minyak AS terealisir menurun, akan mengangkat harga minyak. Sedangkan harga emas masih tertekan dengan menguatnya dolar AS, namun jika sentimen pelemahan ekonomi dan ketegangan AS-China meningkat, akan dapat mengangkat harga emas.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here