Pasar Global Mencermati Kebijakan Bank Sentral Global – Market Mover 16 September 2020 by Asido Situmorang

644

(Vibiznews – Market Mover) Pasar perdagangan global akan mencermati kebijakan moneter dan suku bunga bank-bank sentral global pada pekan ini, baik Federal Reserve AS, Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral Inggris. The Fed AS akan merilis Kamis dinihari, Bank Sentral Jepang pada Kamis pagi dan Bank Sentral Inggris pada Kamis sore.

Pasar khususnya mencermati keputusan The Fed AS yang diperkirakan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Hari Rabu menandai hari kedua pertemuan kebijakan Federal Reserve, dimana yang pertama Ketua Fed Jerome Powell mengumumkan perubahan kebijakan ke arah toleransi inflasi yang lebih besar, secara efektif berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama. Investor secara luas memperkirakan bank sentral mempertahankan sikap dovish terhadap perekonomian.

Pasar juga akan mencermati bagaimana sikap bank-bank sentral global tersebut apakah akan memberikan sinyal positif dan optimis bagi perekonomian masing-masing, atau sebaliknya? Juga akan dicermati data inflasi dari masing-masing negara.

Bagaimana pengaruh kebijakan moneter bank-bank sentral global bagi perdagangan global?

Jika keputusan The Fed mempertahankan suku bunga AS tetap, dan memberikan sinyal optimisme bagi ekonomi AS dan memberikan target inflasi tetap meningkat, akan memberikan dukungan bagi perdagangan bursa Amerika Serikat, dan mendukung juga penguatan bursa Asia dan Eropa.

Dari pasar Forex, Dolar turun ke level terendah dua minggu terhadap yen pada hari Selasa di tengah ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan sikap dovishnya terhadap ekonomi AS dan mempertahankan suku bunga AS mendekati nol untuk beberapa waktu. Jika The Fed mempertahankan suku bunga tetap, akan menekan dolar AS, dengan demikian memberikan penguatan bagi mata uang saingan lainnya seperti Poundsterling dan Euro. Mata euro menguat setelah survei sentimen ekonomi ZEW menunjukkan sentimen investor di Jerman naik pada September, meskipun ada hambatan dari Brexit dan meningkatnya infeksi virus corona. Mata uang terkait komoditas seperti dolar Australia dan dólar Kanada juga naik setelah harga minyak menguat.

Dari pasar komoditas, harga minyak masih berpotensi naik seiring adanya badai Sally di Pantai Teluk AS. Lebih dari seperlima produksi minyak lepas pantai AS ditutup dan pelabuhan ekspor utama ditutup karena lintasan badai bergeser ke timur menuju Alabama barat. Namun harga minyak masih dibayangi prediksi penurunan permintaan dari OPEC dan Badan Energi Internasional, yang dapat menekan harga minyak. Sedangkan harga emas berpotensi naik jika The Fed mempertahankan suku bunga AS dan dolar AS melemah.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here