Analisis Fundamental Yen Jepang dalam USDJPY Periode 21 – 25 September

643

(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pekan lalu kembali bearish secara mingguan dengan penguatan posisi yen Jepang terhadap dolar AS. Yen berhasil mencetak gain mingguan terkuat sejak bulan Juni, dengan kenaikan 1,5% melanjutkan kenaikan 0,14% pekan sebelumnya.

Pelemahan pair pekan lalu juga  tertekan oleh anjloknya dolar AS yang sekaligus mencetak pelemahan mingguan pertama sejak bulan Agustus.  Indeks dolar turun 0,36% secara mingguan karena beberapa rilis data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan seperti  data produksi industri, penjualan ritel, perumahan baru dan klaim pengangguran awal pekan lalu.

Sentimen lainnya yang juga membebani dolar AS seperti kurangnya kemajuan dalam negosiasi stimulus fiskal AS, ditambah dengan kebangkitan kasus virus korona, janji Federal Reserve AS untuk mempertahankan suku bunga pada rekor terendah dan ketegangan AS-China.

Fundamental Pekan Lalu.
Melihat penggerak fundamental pekan lalu dari ekonomi Jepang, khususnya dalam pertemuan kebijakan Bank of Japan. Bank of Japan berjanji untuk mempertahankan kebijakan moneternya yang sangat akomodatif. Meskipun ekonomi dicengkeram oleh resesi, bank sentral terdengar agak optimis tentang pemulihan ekonomi.

Pekan lalu juga merupakan momen yang penting bagi Jepang, dimana terpilihnya secara resmi Yoshihide Suga sebagai perdana menteri baru Jepang oleh Majelis Rendah Parlemen Jepang yang menggantikan Shinzo Abe.

Dari data ekonomi  AS,  sorotannya adalah pertemuan kebijakan Federal Reserve. Seperti yang diharapkan, Fed mempertahankan suku bunga mendekati nol. Yang lebih menarik bagi investor adalah pesan Fed bahwa mereka tidak akan menaikkan suku bunga sebelum 2023, di bawah target inflasi barunya, yang memungkinkan inflasi melampaui 2% tanpa memicu kenaikan suku bunga.

Kemudian penjualan ritel AS melambat secara signifikan pada bulan Agustus,  turun menjadi 0,6%, turun dari 1,2%. Ini menunjukkan kelemahan belanja konsumen, yang merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Kemudian klaim  pengangguran AS turun kurang dari yang diharapkan pada pekan yang berakhir 12 September.

Fundamental Pekan ini
Dari sisi data ekonomi tidak banyak rilis data ekonomi yang akan menjadi market mover pekan ini khususnya dari  Jepang yang pasar keuangannya libur selama 2 hari. Dari ekonomi Amerika Serikat, data major yang bisa jadi perhatian yaitu data flash manufacturing PMI dan juga data durable goods orders. Dari Jepang hanya beberapa data minor  seperti data indeks aktivitas industri dan data BOJ CPI.

Momen lainnya yang juga jadi perhatian investor pekan ini seperti kesaksian Ketua Fed Jerome Powell selama 2 hari di hadapan Senat AS terkait dampak pandemi terhadap ekonomi AS serta laporan stimulus yang diberikan.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here