Forex Eropa GBPUSD 21 September: Semakin Lemah Karena Pertimbangan Lockdown di Inggris

352
Vibizmedia Photo

(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (21/9/2020) posisi poundsterling dalam pair GBPUSD kembali melemah oleh kekuatan dolar AS  di kisaran terendah 1 pekan. Pair meluncur menembus level support kuat hariannya pada kisaran 1.2800 setelah dibuka pada sesi Asia di posisi 1.2924.

Pound Inggris terdepresiasi karena Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mempertimbangkan lockdown kedua di tengah meningkatnya kasus COVID-19. Jumlah infeksi harian meningkat antara 3 dan 4 ribu selama seminggu terakhir dan masuk rumah sakit meningkat dua kali lipat setiap delapan hari.

Indeks dolar membalikkan penurunan sebelumnya dan diperdagangkan lebih tinggi menembus semua level resisten hariannya di atas 93,00. Penguatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sebagai aset safe haven yang banyak diperdagangkan di pasar Eropa.

Selain tekanan kasus baru covid-19, sentimen investor dikhawatirkan negosiasi antara Inggris dan UE terhenti tanpa kesepakatan setelah prospek berakhirnya masa transisi Brexit yang tidak diharapkan hingga bulan Desember.

Arah pergerakan selanjutnya, pasar  menantikan pernyataan  dari beberapa pidato pejabat the Fed dalam satu event di Urban Institute, Washington DC yang akan dilakukan tanya jawab terkait kebijakan moneter.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD ditutup lemah. Kini pair berada di posisi 1,2856 dan sedang turun  menuju  support lemahnya di 1,2800-1,2740. Namun jika terjadi koreksi positif, akan naik kembali ke posisi 1.2965 sebelum menuju resisten kuatnya di 1,2980-1,3055.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here