Harga Minyak Tekan Wall Street, Saham Apple Melonjak 3% Melawan Arus Turun

275

(Vibiznews-Index) – Perdagangan saham awal pekan di bursa Amerika yang berakhir Selasa dinihari (22/9/2020)  terjadi penurunan harga saham yang cukup signifikan pada saham energy. Pemicunya adalah anjloknya harga minyak mentah dunia cukup parah hingga turun lebih dari 4%.

Dari ketiga indeks utama Wall Street, hanya indeks Nasdaq yang ditutup nyaris flat dan mendekati zona positif. Dow Jones turun hingga 500 poin dan S&P500 mencatat penurunan terpanjang sejak bulan Februari. Ditengah anjloknya harga saham, terdapat 3 saham top yang naik lebih dari 1%. Saham tersebut seperti  saham Apple yang naik 3,63%, saham Microsoft naik 1,68% dan saham Walmart naik 1,62%.

Selain anjloknya harga minyak mentah, sentimen investor juga dipengaruhi oleh  kekhawatiran tentang melonjaknya kasus virus korona di beberapa negara di seluruh Eropa dan laporan bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sedang mempertimbangkan lockdown demi memutus rantai penyebaran virus.

Indeks Dow Jones yang sempat turun hampir 950 poin  ditutup pada 27.147,70,  turun 509,72 poin atau 1,84 persen. Indeks S&P 500 berakhir turun 38,41 poin atau 1,16 persen pada 3.281,06, dari level terendah hari itu di 3.229,10. Indeks Nasdaq ditutup turun  14,48 poin atau 0,13 persen pada 10.778,80,  naik dari posisi terendah hari itu di 10.519,49.

Selain saham sektor energy yang tertekan, juga saham bank internasional seperti JP Morgan Chase yang anjlok 3% lebih oleh tuduhan melakukan money laundering selama hampir dua dekade beberapa pemimpin dunia yang melakukan kejahatan finansial.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here