Harga Minyak Sawit Turun Mengikuti Penurunan Harga Minyak Kedelai

205

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit turun mengikuti turunnya harga minyak kedelai, melemahnya Ringgit Malaysia terhadap dolar AS, dan produksi meningkat pada bulan ini.

Harga minyak sawit Desember di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 3.65% di pertengahan pasar sebelum turun 96 ringgit atau 3.25% menjadi 2,861 ringgit ($689.07) per ton, penurunan tiga sesi berturut-turut.

Harga minyak sawit turun 7.1% pada minggu ini karena kekhawatiran adanya lockdown kembali pandemi covid-19 gelombang ke dua, sehingga mengurangi permintaan. Walaupun demikian harga minyak sawit telah naik 4.5% pada bulan ini, merupakan kenaikan pada bulan ke lima.

Perkiraan produksi minyak sawit Malaysia selama 20 hari  di bulan September naik 5% dari bulan lalu sehingga membuat harga minyak sawit tertekan menurut MPOA

Produksi Indonesia, penghasil minyak sawit terbesar naik 20% pada bulan September.

Pada bulan ini pembeli utama dari minyak sawit India meningkatkan impor minyak sawit dibanding minyak bunga matahari karena harganya lebih mahal dibanding minyak sawit.

SGS mengatakan ekspor minyak sawit Malaysia sebesar 1.047 juta ton pada bulan ini, naik dari 890,443 ton pada bulan lalu.

Harga minyak sawit juga turun karena melemahnya kurs Ringgit Malaysia ke terendah dua minggu.

Harga minyak kedelai turun 3.65% di Dalian sementara harga minyak sawit turun 4.2%, sedangkan harga minyak kedelai di CBOT turun 1.43%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama 3,000 ringgit berikut ke 2,970 ringgit sedangkan resistant pertama di $3,080 dan berikut ke $3,110.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here