AS dan Inggris Bekerjasama dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

290

(Vibiznews – Technology) Pemerintahan Presiden AS Donald Trump akan mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Inggris telah menandatangani perjanjian baru untuk bekerja sama dalam penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan (AI), dalam berita yang dibagikan pertama kali oleh Axios.

Kemitraan menunjukkan AS dan Inggris Raya akan bekerja sama dalam penelitian dan pengembangan AI, termasuk dalam “issues of explainability and fairness”.

Fairness, robustness, explainability, dan data provenance – adalah masalah penting, terutama karena algoritme diterapkan secara lebih luas di banyak aplikasi. Masalah-masalah ini juga sangat terkait satu sama lain. Fairness, pada akhirnya, bermuara pada masalah ketahanan dan tata kelola. Rancangan algoritme AI diharapkan adil, dan ini berarti kuat saat diterapkan dalam pengaturan geografis dan populasi yang berbeda. Tata kelola data juga sangat erat kaitannya dengan fairness.

Pada Mei 2020, AS dan sekutu lainnya meluncurkan Kemitraan Global untuk Kecerdasan Buatan, untuk negara-negara yang berpikiran sama untuk bersama-sama mendorong pengembangan AI sejalan dengan nilai-nilai bersama.

Will Hurd, seorang Republikan Texas yang meninggalkan Kongres pada akhir masa jabatan ini, berpendapat bahwa AS harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk AI agar lebih bersaing dengan China.

Amerika dan sekutu kita harus memimpin dunia dalam membentuk pengembangan teknologi AI mutakhir dan melindungi dari otoritarianisme dan penindasan,” kata Michael Kratsios, U.S. chief technology officer seperti yang dilansir Axios. “Kami bangga dapat bergabung dengan mitra dan sekutu khusus kami, Inggris Raya, untuk memajukan inovasi AI demi kesejahteraan warga kami, sejalan dengan nilai-nilai demokrasi bersama.”

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here