Harga Kopi Naik dari Harga Terendah 2 Bulan

180

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi pada penutupan pasar hari Kamis naik dari harga terendah 2 bulan pada hari Rabu.

Harga kopi  Arabika Desember di ICE New York pada hari Kamis naik 65 sen (0.59%) menjadi $111.15  dan harga kopi Robusta naik 0.22%.

Permintaan kopi global diperkirakan akan turun karena pandemic Covid-19 gelombang ke dua akan membuat banyak negara akan melakukan lockdown, sehingga pertumbuhan ekonomi akan turun dan konsumsi kopi juga turun.

Harga kopi juga masih akan turun karena CONAB memperkirakan persediaan kopi  akan melimpah, pada hari Selasa CONAB melaporkan bahwa produksi kopi Arabika di 2020 sebesar 47.4 juta kantong naik 38% dari tahun lalu dan diatas perkiraan sebelumnya 46 juta kantong.

Melemahnya real Brazil juga merupakan faktor negatif bagi harga kopi, real Brazil pada hari Kamis melemah ke terendah  3 ½ minggu terhadap dolar. Melemahnya real membuat harga kopi Brazil lebih murah bagi pembeli di luar Brazil sehingga dapat meningkatkan ekspor.

Harga kopi di awal bulan pada tanggal 4 September sempat naik ke tertinggi 8 ½ bulan karena cuaca kering di Brazil, akibat dari badai La Nina di laut Pasifik membuat kelembaban di Brazil pada kuartal keempat berada di bawah rata-rata.

Hasil pengamatan ICE pada hari Jumat bahwa persediaan kopi Arabika turun ke 20 ½ tahun terendah menjadi 1.105 juta kantong, demikian juga dengan persediaan kopi Robusta di 28 Agustus turun ke 20 minggu terendah di 10,908 lot. Pada hari Kamis kemarin persediaan kopi Arabika menurut ICE sebesar 1.104 juta kantong.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $109 dan berikut ke $107, sedangkan resistant pertama di $115 dan berikut ke $119.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here