Nikkei 25 September Bullish Kuat, Mingguan Masih Kontraksi

148
Photo by Vibizmedia

(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan saham di bursa Jepang akhir pekan pulih kembali setelah 2 hari berturut alami tekanan cukup signifikan hingga anjlok ke posisi terendah 2 pekan. Indeks Nikkei akhiri sesi Jumat (25/9/2020) rebound oleh aksi bargain hunting yang dibatasi oleh penguatan yen Jepang terhadap dolar AS. Secara mingguan melemah untuk 2 pekan berturut, turun 0,67% pekan ini.

Lonjakan saham paling besar terjadi pada sektor teknologi yang dipicu oleh laporan Asosisasi Industri Semikonduktor Internasional (SEMI) yang berpusat di Amerika yang merevisi perkiraannya untuk penjualan global semikonduktor untuk tahun 2020. Karenanya saham teknologi di Wall Street diburu, demikian di bursa Jepang.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Jepang mencatat bahwa negara sakura tersebut  dapat menghadapi kebangkitan kembali infeksi virus korona karena laju penurunan jumlah infeksi baru telah melambat baru-baru ini, dengan beberapa daerah menandai pemulihan.

Indeks harian Nikkei ditutup naik 116,80 poin atau 0,51 persen lebih tinggi pada posisi 23.204,62.  Demikian  indeks Topix ditutup naik 7,79 poin atau 0,48 persen lebih tinggi pada 1.634,23.  Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Desember 2020 kini sedang bergerak negatif dengan turun 110 poin atau 0,48% ke posisi 23.030.

Di antara saham teknologi yang melonjak seperti saham produsen mesin pembuat chip Screen Holdings naik  2,2 persen, saham pemasok komponen listrik keramik Taiyo Yuden naik  2,5 persen  dan saham produsen komponen listrik Murata naik   1,3 persen. Saham NGK Insulator melonjak  8,9 persen  setelah pembuat suku cadang listrik itu merevisi kenaikan perkiraan laba operasinya untuk tahun ini hingga Maret 2021.

 Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here