IHSG Turun 0.79%, Dibawah Tekanan Jual Asing, Dua Saham Farmasi Naik Diatas 5 Persen

202

(Vibiznews – IDX Stocks) – Di tengah pasar saham yang tertekan, saham emiten farmasi mayoritas masih mencatatkan pertumbuhan. Pandemi Covid-19 menjadi sentiment positip bagi emiten farmasi terutama untuk produk-produk yang berkaitan dengan meningkatkan daya tahan tubuh sampai kepada produksi vaksin dan obat untuk melawan serangan Covid-19 ini.

Dari layar RTI terlihat ada dua saham farmasi yang mampu bergerak naik dan ditutup di zona hijau sementara IHSG mengalami penurunan sebesar 0.79% atau 39.24 poin ke level 4906.54.

Saham tersebut adalah saham KAEF milik PT Kimia Farma Tbk yang ditutup melonjak 6.25% atau 180 poin ke harga Rp.3060 per lembar. Tadi pagi pada pembukaan bursa, saham ini naik ke harga Rp.2970 naik dari harga penutupannya akhir pekan lalu yaitu di harga Rp.2880 per lembar. Kenaikan hari ini mengangkat harga saham untuk satu bulan terakhir menjadi positip yaitu 0.66% dan untuk tiga bulan terakhir menjadi 168.42 persen.

Kenaikan saham KAEF hari ini juga terjadi di tengah tekanan jual asing sebesar Rp.3.53 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, penjualan bersih KAEF di enam bulan pertama 2020 capai Rp.4.69 triliun, tumbuh 3.76% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 yaitu sebesar Rp.4.52 triliun. Dan segmen produk suplemen berkontribusi sekitar 5% sampai 10% dari total pendapatan perusahaan pelat merah ini.

Saham yang kedua adalah saham INAF milik PT Indofarma Tbk. Yang pada minggu lalu emiten ini ungkapkan tengah gencar ekspansi produk alat kesehatan. Baru-baru ini INAF menandatangani nota kesepahaman untuk mengimpor alat tes cepat virus corona yaitu pada akhir Agustus 2020 lalu. Peluang bisnis alat kesehatan sangat besar di tengah pandemi Covid-19, karena itu perusahaan farmasi ini percaya diri bahwa nilai penjualan alat kesehatan akan mencapai Rp.400 miliar sampai akhir tahun 2020. Penjualan alat kesehatan seperti rapid test dan alat PCR, selain di pasarkan di wilayah Jakarta juga akan di pasarkan ke seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, pemilik modal utama emiten pelat merah ini adalah PT Bio Farma yaitu sebesar 80.66 persen dan saham yang di lepas ke publik sebesar 11.994 persen.

Hari ini saham INAF dibuka di harga Rp.2960, naik di bandingkan harga penutupannya akhir pekan lalu, kemudian menanjak terus sampai akhir perdagangan di tutup di harga Rp.3080, naik 5.84% atau 170 poin , satu lonjakan yang mengangkat pertumbuhan saham ini untuk satu bulan terakhir menjadi positip yaitu naik 0.65% dan untuk tiga bulan terakhir menjadi 209.55 persen.

Kenaikan harga saham INAF juga terjadi di tengah-tengah tekanan jual asing yang sebesar Rp.768.48 miliar.

Selasti Panjaitan/Vibiznews
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here