Rekomendasi Forex EUR/USD 28 September – 2 Oktober 2020: Penurunan Kemungkinan Berlanjut.

1907

(Vibiznews – Forex) EUR/USD minggu lalu terjerembab ke level terendah sejak bulan Juli di 1.1615. Momentum positip dari dolar AS tidak memberikan tanda-tanda akan mereda sampai kepada penutupan minggu lalu dan kemungkinan masih akan melanjutkan penguatannya menuju ke rilis laporan NFP AS.

Tema utama di pasar  saat-saat ini adalah keengganan terhadap resiko ditengah rekor penularan coronavirus yang baru di Eropa. Benua Eropa sedang dalam gelombang kedua dari virus corona dengan restriksi baru diumumkan di Perancis, Spanyol dan Inggris. Pandemi ini terus memukul kemajuan dari ekonomi dengan melemahnya angka-angka makro ekonomi yang menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi akan memakan waktu lebih lama daripada yang semula diperkirakan.

Testimoni dari Gubernur the Fed Jerome Powell di depan Kongres mendesak para pembuat undang-undang tersebut untuk segera meloloskan bantuan stimulus fiskal untuk membantu kerusakan akibat coronavirus terhadap ekonomi.

Berita terakhir mengatakan bahwa Kongres AS sedang bekerja untuk suatu bantuan stimulus fiskal dalam rangka membantu memulihkan dampak akibat virus corona, senilai $2.2 triliun yang akan diambil pemungutan suara minggu ini.

Dari data makro ekonomi yang dirilis, Markti PMI bulan September di negara-negara anggota Uni Eropa kebanyakan menunjukkan aktifitas ekonomi yang mengalami kontraksi dengan indeks turun sampai dibawah 50 di beberapa negara. Di Amerika Serikat, indeks tetap berada pada level ekspansi. IHS Markit sementara PMI manufaktur AS untuk bulan September naik ke 53.5 dari bulan Agustus di 53.1 selain itu lebih tinggi daripada yang diperkirakan di 52.5. Sentimen di sektor manufaktur ini berada pada level tertingginya selama 20 tahun yang menopang kenaikan dolar AS. Sementara PMI jasa hanya turun sedikit di 54.6 dari sebelumnya di 55.

Dolar AS tetap kuat meskipun data makro ekonomi yang keluar pada akhir minggu lalu bervariasi. Order “durable goods” untuk bulan Agustus muncul di 0.4%, meleset daripada yang diperkirakan di 1.0%, meskipun Nondefense Capital Goods Orders ex Aircraft lompat ke 1.8%.

Minggu ini, pada hari Selasa, Uni Eropa akan merilis Economic Sentiment Indicator bulan September dan Jerman merilis perkiraan pendahuluan mengenai inflasi bulan September. Perlu diingat bahwa bank sentral mempertahankan tingkat bunga pada rekor kerendahannya dan menahan diri untuk menambah stimulus berikutnya, sementara angka inflasi masih jauh dari yang ditargetkan. Uni Eropa juga akan mempublikasikan perkiraan CPI bulan September sementara Jerman akan merilis Penjualan Ritel bulan Agustus pada hari Rabu.

Dari Amerika Serikat, minggu ini pasar akan mendapatkan angka final dari GDP AS kuartal kedua dan PMI Markits. Selain itu AS juga akan mempublikasikan ISM PMI resmi yang pada bulan September diperkirakan berada pada 56, masih sama dengan angka final bulan Agustus.

Data yang ditunggu pasar adalah Nonfarm Payrolls bulan September yang akan keluar pada hari Jumat. Diperkirakan akan bertambah 875.000 pekerjaan baru yang dianggap sebagai jumlah yang kecil. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan hanya turun 0.1% dari 8.4% menjadi 8.3%.  Average hourly earnings diperkirakan naik sebanyak 0.4% MoM.

Di Amerika Serikat, debat calon presiden akan menjadi pusat perhatian. Dengan debat pertama hanya sebanyak 15 menit yang akan mengcover beberapa topik seperti ekonomi, coronavirus, kerusuhan dan Mahkamah Agung.

Momentum penurunan kemungkinan berlanjut dengan “support” terdekat berada di 1.1600 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1568 dan kemudian 1.496. Sedangkan “resistance” terdekat menunggu di 1.676  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1720 dan kemudian 1.1800.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here