Harga Gula Naik Akibat Cuaca Kering di Brazil

180

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula naik pada penutupan hari Selasa dari harga terendah satu minggu, karena cuaca kering di Brazil membuat produksi berkurang

Harga gula Oktober di ICE New York naik 40 sen (3.18%) menjadi $12.99 dan harga gula Desember di London naik 1.34%.

Harga gula kembali naik ketika Archer Consullting mengatakan cuaca kering membuat kebakaran di ladang tebu di Brazil yang diperkirakan akan mengurangi produksi gula Brazil 2020/21 turun 2.8 MMT. Menurut Maxar bahwa daerah perkebunan tebu di Brazil hanya menerima hujan dari 5% sampai 25% dari normal pada bulan – bulan terakhir, sehingga tanaman kekeringan. Angin La Nina akan membuat kekeringan di Brazil sehingga dapat mengurangi hasil dari tebu.

Harga gula turun ke terendah 1 minggu pada hari Selasa pagi karena IHS Markit mengatakan pada hari Senin, produksi India akan meningkat pada musim ini sementara gelombang kedua covid sedang berlangsung yang akan membuat permintaan turun.

Harga gula juga turun karena melemahnya real Brazil terhadap dolar , ke terendah 4 bulan pada hari Selasa sehingga harga gula Brazil menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri dapat meningkatkan ekspor.

Pada hari Senin harga gula sempat naik ke tertinggi 5 minggu karena produksi Thailand, negara eksportir gula terbesar nomor dua dunia produksinya turun. Menurut The Thailand Sugar Mills Corp pada hari Jumat bahwa Thailand di 2020/21 produksinya akan turun 13% dari tahun lalu ke terendah 11 tahun menjadi 7.2 MMT, karena cuaca kering mengurangi hasil tananam tebu.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $12.80 dan berikut ke $12.70 sedangkan resistant pertama di $13.60 dan berikut ke $14.10

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here