Stabilitas dan Integrasi Keuangan ASEAN Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Tantangan Pandemi

627
Source: BI, 6-10-2020

(Vibiznews – Economy and Banking) – Negara-negara ASEAN menegaskan komitmen untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta mendorong stabilitas dan integrasi keuangan di kawasan ASEAN, di tengah ketidakpastian yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19.

Demikian kesimpulan dalam pertemuan 6th ASEAN Finance Minister and Central Bank Governors’ Meeting (AFMGM) yang diselenggarakan secara virtual pada 2 Oktober 2020, sebagaimana disampaikan Onny Widjanarko, Direktur Eksekutif Bank Indonesia dalam rilis kepada media, Selasa ini (6/10).

Selain itu, dalam pertemuan yang mengangkat tema “Cohesive and Responsive ASEAN” terdapat beberapa komitmen lain yang disepakati, antara lain:

  1. Menyepakati bahwa respon kebijakan yang bersifat extraordinary dalam bentuk kebijakan fiskal, moneter, dukungan pembiayaan untuk sektor riil dan keuangan, kelancaran arus barang dan jasa, serta solidaritas dan kerja sama merupakan kunci untuk mengatasi dampak pandemi dan memulihkan ekonomi.
  2. Memperkuat efektivitas surveilans ekonomi dan keuangan di kawasan, serta mendukung kesiapan Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) sebagai jaring pengaman keuangan yang efektif di kawasan dan komponen penting dari jaring pengaman keuangan global.
  3. Mendorong perdagangan dan investasi intra-ASEAN yang lebih luas melalui pembentukan Qualified ASEAN Banks serta peningkatan transparansi, standardisasi, dan harmonisasi ketentuan di antara negara-negara ASEAN untuk mendukung integrasi keuangan di kawasan.
  4. Mendukung inisiatif penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian perdagangan, investasi langsung dan kegiatan terkait lain seperti transaksi pendapatan dan transfer, di antara negara-negara ASEAN sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan sistem keuangan kawasan.
  5. Menyambut baik kemajuan kerja sama di bidang pembiayaan infrastruktur, antara lain dalam bentuk penyusunan beberapa panduan untuk mendorong perluasan keterlibatan investor swasta, serta mendukung upaya untuk memajukan agenda keuangan berkelanjutan (sustainable financing) secara kohesif di seluruh bidang, baik perbankan, pasar modal, maupun asuransi.
  6. Mendukung upaya pemanfaatan jasa keuangan digital untuk meningkatkan inklusi keuangan di kawasan serta meningkatkan kerja sama dalam berbagi informasi mengenai penanganan risiko siber (cyber risk).

Dalam pertemuan tersebut, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN menggarisbawahi tiga pilar utama untuk mendorong stabilitas dan integrasi keuangan di kawasan ASEAN, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi, di tengah tantangan pandemi COVID-19, yaitu konektivitas, sustainabilitas, dan responsivitas dari ASEAN.

Pertemuan juga dihadiri oleh beberapa lembaga internasional, yaitu International Monetary Fund (IMF), Asian Development Bank (ADB), dan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) sebagai mitra ASEAN. Kehadiran lembaga-lembaga tersebut dimaksudkan untuk bertukar pandang mengenai kondisi terkini ekonomi global dan regional serta rekomendasi kebijakan yang dapat diambil oleh otoritas.

Ke depan, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN akan terus memperkuat kerjasama keuangan regional untuk mencapai kawasan ASEAN yang semakin maju, resilien dan terintegrasi.

Untuk diketahui, ASEAN Finance Minister and Central Bank Governors’ Meeting (AFMGM) adalah pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara anggota ASEAN yang bertujuan untuk membahas perkembangan ekonomi global dan regional, tantangan-tantangan kebijakan yang dihadapi di kawasan ASEAN, serta kerjasama ekonomi di ASEAN. Pada tahun ini pertemuan AFMGM diselenggarakan secara virtual mempertimbangkan kondisi pandemi COVID-19. Viet Nam bertindak sebagai tuan rumah pertemuan sejalan dengan posisinya sebagai Ketua ASEAN tahun 2020.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here