Debat Kamala – Pence, Apa Dampak Ekonominya?

515

(Vibiznews – Economy) – Amerika Serikat baru saja menyaksikan pertarungan calon wakil presiden di arena debat pada Rabu malam hari, waktu Amerika Serikat. Dalam pemilihan-pemilihan umum Amerika sebelumnya, debat antara calon wakil presiden kurang mempengaruhi hasil daripada pemilihan umum, namun pada tahun 2020 ini, melihat karakter daripada Kamala Harris dan Mike Pence, sangat mungkin bahwa debat calon wakil presiden ini akan mempengaruhi hasil daripada pemilihan umum pada November nanti.

Apa saja hal-hal menarik daripada debat ini yang akan dapat mempengaruhi ekonomi secara global?

Ekonomi domestik Amerika Serikat

Senator Kamala Harris menggarisbawahi tingginya tingkat pengangguran di Amerika Serikat pada tahun 2020, yang mencapai puluhan juta orang. Senator Kamala Harris juga mengkritisi kondisi ekonomi Amerika Serikat yang memiliki kesenjangan ekonomi yang tinggi. Hal-hal ini sejalan dengan visi Partai Demokrat yang mengusung Joe Biden – Kamala Harris, yang lebih mengedepankan keadilan sosial daripada menciptakan iklim yang “pro-bisnis”.

United States GDP Growth Rate
Pertumbuhan Ekonomi AS dalam 1 Dekade

Di lain sisi, Wakil Presiden Mike Pence menyatakan bahwa sebelum tahun 2020 Amerika Serikat ada pada kondisi ekonomi yang sangat baik. Laporan daripada Federal Reserve Economic Data (FRED) juga menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan pekerjaan di Amerika Serikat sebelum terjadinya pandemi sangat baik, melebihi apa yang dilakukan oleh Obama dan Biden pada tahun 2012. Pence juga menyatakan bahwa dalam era Trump-Pence, maka jumlah rata-rata simpanan di bank yang dimiliki oleh warga Amerika Serikat meningkat tiga lipat, dari $2,000 pada era Obama, menjadi $6,000 dalam era Trump.

United States Unemployment Rate
Data Tingkat Pengangguran AS Dalam 1 Dekade

Kebijakan energi Amerika Serikat

Senator Kamala Harris, sejalan dengan Partai Demokrat, mengusung konsep Green New Deal dalam Amerika Serikat, yang berfokus kepada energi terbarukan seperti energi surya dan energi angin, meningkatkan regulasi dan pengaturan emisi. Green New Deal sendiri merupakan suatu konsep ambisius dari Partai Demokrat, yang bertujuan untuk menjadikan Amerika Serikat tanpa emisi pada tahun 2050. 

Dari sisi ekonomi, dampak Green New Deal ini sangat besar bagi ekonomi domestik Amerika Serikat maupun ekonomi global. Green New Deal ini akan sangat memberikan insentif kepada industri yang “bersahabat” dengan alam seperti industri baterai maupun industri penghasil tenaga surya, namun akan sangat memberikan dampak negatif kepada industri yang menghasilkan banyak polusi seperti industri penerbangan, industri pelayaran, manufaktur, dan industri kendaraan bermotor. 

Di dalam debat ini juga Senator Kamala Harris menyatakan akan tetap mendukung fracking, yaitu suatu proses eksploitasi minyak yang menggunakan air bertekanan tinggi. Proses ini dinilai sangat mengganggu alam, namun proses fracking ini telah menciptakan banyak tenaga kerja di Amerika Serikat serta meningkatkan kemandirian energi Amerika Serikat.

Namun di lain sisi, banyak rekaman video selama perjalanan kampanye Kamala Harris, menunjukkan bahwa Senator Harris, maupun Joe Biden, ingin melarang fracking di seluruh Amerika Serikat. Ketidakpastian dalam kebijakan ini akan mengganggu pasar energi Amerika Serikat sampai pada masa yang akan datang.

Wakil Presiden Mike Pence, di sisi yang lain, menekankan pentingnya untuk menyeimbangkan antara kebutuhan ekonomi dengan menjaga keindahan alam. Pence menyatakan bahwa selama periode Trump-Pence maka Amerika Serikat telah mengurangi emisi CO2 secara signifikan, tanpa menggunakan aturan-aturan yang menyusahkan pelaku bisnis di Amerika Serikat.

Pence juga menyatakan bahwa dengan tetap menggunakan gas alam, maka Amerika Serikat akan tetap mandiri secara energi. Mike Pence beberapa kali mengaitkan Green New Deal, bahwa paket perekonomian hijau atau energi terbarukan akan membebani perekonomian Amerika Serikat.

Dalam debat tersebut, juga disinggung hal-hal lain, seperti masalah penanganan COVID-19, masalah rasialisme, masalah suksesi kepemimpinan, dan hal-hal lainnya. Debat ini merupakan debat pertama dan terakhir bagi Pence dan Harris, karena tidak akan ada debat bagi cawapres lagi sampai Pemilu diadakan pada 3 November 2020. Debat selanjutnya di Amerika dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 15 Oktober, namun masih belum dapat dipastikan berhubung Trump baru saja didiagnosa terinfeksi COVID-19 beberapa waktu yang lalu.

 

Daniel Sumbayak/Head of Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here