Weekly Market Review Soft Commodities – Coffee – Sugar – Cocoa

481

(Vibiznews – Commodity) –  Pada penutupan pasar hari Jum’at harga soft commodities mixed , dengan harga kopi Arabika naik , harga kopi Robusta naik, harga gula mixed dan harga kakao turun.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat naik dengan harga kopi Arabika naik ke tertinggi satu minggu, karena kondisi kering di Brazil dapat mengurangi hasil panen.

Harga gula mixed pada penutupan hari Jumat dengan harga gula di New York naik ke tertinggi 7 bulan dan harga gula di London turun karena menguatnya GBP/USD.

Harga kakao turun pada penutupan pasar hari Jumat ke terendah 1 ½ bulan karena pandemic covid gelombang ke dua akan menbuat lockdown kembali sehingga permintaan kakao menurun.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

Harga kopi Arabika Desember di ICE New York naik pada penutupan hari Jumat naik $1.30 (1.18%)  menjadi $111.55 dan harga kopi Robusta Januari di ICE London naik 0.71%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi  dunia  di 2019/20 ( Oktober – September) turun 2.2% dari tahun lalu menjadi 169.344 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 167.807 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2019/20    akan menjadi surplus 1.538 juta kantong dari surplus 4.403  juta kantong di 2018/2019  menurut ICO.
  • Ekspor kopi Global dari Oktober – Agustus turun 5.6% dari tahun lalu menjadi 116.54 juta kantong menurut ICO.
  • Ekspor kopi Brazil di 2019 sebesar 36.2 juta kantong menurut ICO
  • Ekspor kopi Arabika Colombia di bulan September turun 12 % dari tahun lalu menjadi 886.000 juta kantong
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – September turun 1.4% dari tahun lalu menjadi 1.251 MMT menurut General Departement of  Vietnam Customs.
  • Perkiraan Produksi kopi Robusta Vietnam di 2020/21  diperkirakan  naik 1.7% dari tahun lalu menjadi 524,144 MT menurut Vietnam’s Departement of Agricultural dan Rural Department.

Harga gula Maret di ICE New York naik 6 sen (0.42%) menjadi $14.63 dan harga gula Desember di ICE London turun 0.23%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 173.5 MMT setelah turun 8.4%  di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit 72,000 MMT defisit  14,000 MT di 2019/20 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan  akan naik 32 % dari tahun lalu menjadi 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20  menurut CONAB.
  • Produksi gula India di 2019/20 akan turun 15% dari tahun lalu ke tiga tahun terendah menjadi 28 MT karena kekeringan dan penundaan musim monsoon menurut ISMA.
  • Produksi gula Thailand di 2020 /21 turun 13% dari tahun lalu menjadi terendah 11 tahun sebesar 7.2 MMT  karena cuaca kering di ladang tebu.
  • Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2020/21 turun 5.6% dari tahun lalu menajdi 16.05 MT karena cuaca kering menurut FAS- USDA.

Harga kakao Desember di ICE New York turun $41 (1.66%) menjadi $2,432 per ton dan harga kakao Desember di ICE London turun 1.34%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Produksi kakao dunia di 2019/20 (Oktober – September) akan turun 2% dari tahun lalu menjadi 4.724 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan turun 3.1% dari tahun lalu menjadi 4.635 MMT penurunan pertama sejak 2016 menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao 2019/20 akan surplus 42,000 MT dari defisit 52,000 MT di 2018/19. menurut ICCO
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850.00 MMT menurut ICCO.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting.

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here