Harga Jagung Naik Pada Awal Minggu, Akibat Kenaikan Ekspor

389

(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung meningkat pada awal minggu, akibat kenaikan ekspor mingguan, dan kenaikan pembelian ekspor harian.

Harga jagung Desember di CBOT naik 3.25 sen menjadi $4.0525 per bushel.

USDA melaporkan pembelian ekspor sebesar 345,000 MT ke negara yang tidak diketahui. Mexico membeli 123,000 MT jagung untuk pengiriman 2020/21.

Laporan pengiriman ekspor mingguan dari USDA untuk jagung sampai 15 Oktober, sebesar 35.87 mbu, naik 33 juta dari minggu lalu dan naik 13 mbu dari tahun lalu pada periode yang sama. Total ekspor pada tahun ini sebesar 214.8 mbu dibanding tahun lalu sebesar 142.5 mbu. Pengiriman terbesar 80% dari total ke tiga negara Cina, Mexico dan Jepang, Cina sendiri 40% dari total.

NASS melaporkan progress penanaman mingguan sampai 18 Oktober, sebesar 97% tanaman jagung sudah siap dituai, dan 60% sudah selesai dipanen,  kenaikan panen sebesar 19% dari minggu lalu dan masih 17% lebih cepat dari rata-rata.

Produksi etanol sebelum 9 Oktober rata-rata 937,000 bpd dari 923,000 bpd pada minggu lalu. Kenaikan terbesar sejak 4 September. Daerah yang terbanyak memproduksi etanol adalah dari  Midwest sebesar 900,000 bpd, lebih tinggi dari rata-rata 881,000 bpd, produksi yang tertinggi sejak bulan Juli. Ini menunjukkan bahwa masyarakat AS sudah menggunakan etanol lebih banyak dibanding dengan bensin. Dengan peningkatan produksi etanol maka jagung yang diolah menjadi lebih banyak dibuat etanol sehingga persediaan jagung menjadi turun.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $3.93 dan berikut ke $3.87 sedangkan resistant pertama di $4.04 dan berikut ke $4.07.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here