Harapan Stimulus AS dan Peningkatan Kasus Covid19 – Market Mover 21 October 2020 by Asido Situmorang

666

(Vibiznews – Market Mover) Sentimen pasar global masih dipengaruhi 2 hal yang menjadi fokus yaitu perkembangan stimulus fiscal AS dan perkembangan kasus virus corona.

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan pada hari Selasa bahwa Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin telah membuat kemajuan yang baik pada pembicaraan stimulus, dimana pembicaraan terus berlanjut untuk mencapai kesepakatan Bersama.
Meadows mengatakan bahwa keduanya akan berbicara lagi pada hari Rabu, dan diharapkan untuk mencapai kesepakatan sebelum akhir pekan ini.

Perkembangan pandemi virus corona menjadi fokus investor karena jumlah infeksi baru setiap hari mencapai rekor tertinggi di Eropa pada hari Senin.
Terkait vaksin virus corona, CEO Moderna Stephane Bancel mengharapkan hasil sementara dari uji coba vaksin Covid-19 pada November. Bancel juga mengatakan bahwa Food and Drug Administration AS dapat mengeluarkan otorisasi penggunaan darurat sebelum akhir tahun.

Bagaimana pengaruh sentiment-sentimen tersebut, khususnya terkait harapan stimulus fiskal AS bagi pasar global?

Dari pasar Index, harapan terwujudnya pemberian stimulus fiscal AS memberikan dukungan bagi bursa global. Bursa Wall Street dan bursa Asia menguat seiring akan berlanjutnya pembicaraan di AS untuk stimulus fiskal AS.
Sedangkan bursa Eropa masih dibayangi kekhawatiran peningkatan kasus virus corona.

Dari pasar forex, Dolar AS merosot pada hari Selasa, mencapai level terendah satu bulan terhadap sekeranjang mata uang utama, karena investor menunggu hasil pembicaraan stimulus fiskal menjelang pemilihan presiden AS mendatang dan lonjakan kasus virus corona di Eropa.

Dari pasar komoditas, harga minyak naik tipis di tengah harapan bahwa Amerika Serikat mendekati kesepakatan stimulus, tetapi ancaman terhadap permintaan dari meningkatnya kasus virus korona di dan peningkatan produksi Libya membatasi kenaikan, bahkan bisa menjadi tekanan. Sedangkan harga Emas berpotensi naik seiring pelemahan dolar AS dan harapan untuk paket bantuan virus korona AS menjelang pemilihan presiden AS mendorong daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here