Penjualan ORI018 Sukses Besar, Kupon Pertama Akan Dibayar 15 Desember 2020

268

(Vibiznews – IDX Stocks) – Masa penawaran Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI) seri ORI018 telah selesai. Kini pemerintah pun dapat bernafas lega karena penjualan ORI018 sukses besar, bahkan berhasil melebih target penjualan pemerintah dan para mitra distribusi.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan memaparkan, total pemesanan ORI018 mencapai lebih dari Rp 12 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari target pemerintah di Rp 10 triliun.

Berdasarkan data salah satu mitra distribusi daring per hari Selasa (20/10/2020) pukul 14:30 WIB, penjualan ORI018 di hari penawaran ke 20 ini telah mencapai Rp11,54 triliun atau 88.80% dari target penjualan sebesar Rp.13 triliun.

Para mitra distribusi juga berhasil menjual ORI018 di atas target mereka. Direktur Konsumer BRI Handayani menargetkan penjualan ORI018 di Rp 500 miliar. Hasilnya, BRI berhasil menjual ORI018 sebesar Rp 1,1 triliun.

Deputy General Manager Divisi Wealth Management BNI Widi Hantono juga mencatat penjualan ORI018 yang mentereng. Buktinya, penawaran yang masuk ke perbankan BUMN ini capai Rp 1,06 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi 260% dari indikasi target kuota yang BNI ajukan ke kementerian keuangan.

ORI018 berhasil diminati hingga melampaui target penjualan karena surat utang ritel ini bisa memberikan kepastian imbal hasil di tengah fluktuasi pasar yang tinggi dan belum pastinya kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Investor cenderung akan mencari instrumen investasi yang aman dari risiko default, memberikan imbal hasil yang cukup tinggi dan likuid,” kata Widi kepada media pada hari Rabu (21/10). Tak heran bila ORI018 menjadi salah satu pilihan utama investor karena bisa memberikan keuntungan tersebut.

Belum lagi, tawaran kupon ORI018 yang dianggap menarik karena capai 5,7%, angka ini lebih tinggi dari bunga deposito.

Terkait minat investor baru, Widi mencatat terdapat 30% single investor identification (SID) yang sebelumnya belum pernah bertransaksi obligasi ritel di BNI.

Investor memburu ORI018 karena tertarik dengan kupon yang lebih tinggi dari bunga deposito. Berdasarkan Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) Bank Indonesia per Selasa (20/10) bunga deposito paling tinggi di bank saat ini 5,63% dengan jangka waktu 12 bulan.

Dari awal tahun hingga Oktober Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 2%. Ke depan suku bunga acuan BI juga diproyeksikan masih akan turun karena inflasi masih rendah. Tren penurunan suku bunga saat ini dampaknya membuat bunga deposito semakin mengecil. Sementara, likuiditas di perbankan masih tinggi.

Di bulan November mendatang pemerintah berencana untuk menerbitkan obligasi ritel kembali dengan seri ST007 yang diperkirakan kupon ST007 akan lebih rendah dari kupon ORI018 karena pergerakan yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun cenderung menurun. Pada hari Rabu (21/10) yield SUN berada di level terendah di 6,58%.

Memang, penjualan ORI018 ini lebih rendah ketimbang penjualan SR013 yang mencapai Rp 25,67 triliun karena SR013 menawarkan imbalan 6,05%.

Pajak penghasilan atau PPh atas ORI018 sebesar 15%, lebih kecil dari pajak deposito yang mencapai 20%. Investor juga tertarik membenamkan dana, lantaran investasi pada ORI dijamin kembali 100% setelah jatuh tempo tiga tahun, oleh pemerintah. Sementara di deposito, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya menjamin simpanan hingga Rp 2 miliar.

Instrumen ORI018 jatuh tempo pada 15 Oktober 2023 dengan kupon 5,70 per tahun. Pembayaran kupon dilakukan pada tanggal 15 setiap bulan dan kupon pertama akan dibayarkan pada 15 Desember 2020.

Selasti Panjaitan/Vibiznews
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here