BEI: Investor Lokal Berperan Penting Dalam Ketahanan Pasar Modal Indonesia

274
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX Stocks) – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menyebut bahwa investor lokal berpengaruh terhadap ketahanan pasar modal, khususnya selama pandemi Covid-19. Inarno mengungkapkan, jumlah investor lokal bertambah selama pandemi hingga mencapai rasio 50:50 dengan investor asing.

Menurut Inarno, peningkatan jumlah investor lokal mampu membangkitkan lagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI yang sempat anjlok hingga di bawah angka 4.000, tepatnya di level 3.937 pada perdagangan 24 Maret 2020, pada saat awal-awal pandemi di Indonesia. Saat ini IHSG sudah kembali ke level 5.000.

“Saat itu di bawah 4.000 tapi sudah re-bound lagi, karena resiliensi investor retail kita sudah semakin bagus dari sebelum-sebelumnya. Jadi menurut kami, kembali lagi ketahanan pasar modal domestik perlu dipupuk, dan investor lokal itu penting,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada media hari Kamis, (22/10).

Inarno menambahkan, investor lokal juga turut memberikan kontribusi yang nyata untuk perekonomian Indonesia. Sebab, jika penawaran dalam negeri kuat, permintaan dalam negeri juga semakin meningkat dengan sendirinya.

“Ibaratnya sebuah bank limitnya sudah terbatas, sudah tidak bisa lagi mengucurkan kredit kepada nasabahnya, alternatif lain supaya struktur permodalan daripada perusahaan lebih bagus, bank tersebut berusaha untuk mendapatkan raising fund dari luar perbankan. Nah, tentunya bank tersebut akan semakin kuat kalau pendalaman pasarnya kuat,” terangnya.

Dia juga menekankan, pendalaman pasar modal akan semakin bermanfaat bagi perekonomian negara. Sebab, meningkatnya jumlah investor ritel lokal artinya resiliensi daripada pasar modal Indonesia akan semakin kuat.

“Kalau melihat dari perdagangannya, kita sudah melebihi daripada investor asing. Investor lokal sudah 64%. Bayangkan, Bursa Efek Indonesia sudah menjadi pemain di rumah kita sendiri,” pungkasnya.

Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, per 30 September 2020, dengan melihat Single Investor Identification (SID), jumlah SID saham mencapai 1,38 juta, sedangkan SID reksa dana berjumlah 2,58 juta. Jika tren kenaikan tersebut bisa dipertahankan setiap bulannya selama kuartal akhir 2020 ini, BEI mengharap jumlah investor ritel bisa melampaui 3,5 juta SID pada akhir tahun 2020.

Selasti Panjaitan/Vibiznews
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here