Dinamika Ekspektasi Stimulus Menuju Pilpres AS — Market Outlook, 26-30 October 2020 by Alfred Pakasi

647

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Naik turunnya ekspektasi terhadap paket stimulus fiskal AS untuk dapat disetujui sebelum berlangsungnya pilpres AS.
  • Pemilihan Presiden AS yang semakin dekat terus dimonitor pasar termasuk debat terakhir antara Trump dan Biden.
  • Kekhawatiran pasar dengan meningkatnya Covid – 19 di sejumlah negara Eropa, yang diikuti dengan restriksi-restriksi baru yang dapat menghambat pemulihan ekonomi.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 42.5 juta orang terinfeksi di dunia dan 1.15 juta orang meninggal, dan menyebar ke 213 negara dan teritori.

Pasar saham dunia umumnya bergerak terbatas dalam bias menguat minggu lalu, harga emas menguat tipis, US dollar tertekan kembali, sedangkan IHSG lanjut membukukan gain mingguan.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi, dan tensi AS – China akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 26-30 October 2020.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat terbatas di range konsolidasinya, terpengaruh sentimen bursa regional yang mencermati maju mundurnya perkembangan paket stimulus di AS. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya dalam bias menguat. Secara mingguan IHSG ditutup menguat terbatas 0.17% ke level 5,112.188; membukukan rally mingguan yang ketiganya. Untuk minggu berikutnya (26-27 October 2020), karena ada cuti bersama 28-30 Oktober, IHSG kemungkinan akan bias positif di rentang konsolidasinya sehubungan libur panjang ini, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 5187 dan kemudian 5381, sedangkan support level di posisi 4962 dan kemudian 4820.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau bergerak dalam rentang terbatas dan berakhir menguat tipis, sebagian oleh berita kenaikan realisasi investasi pada kuartal III, sementara dollar global kembali terkoreksi, sehingga rupiah secara mingguannya menguat 0.27% ke level Rp 14,660. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih terbatas, atau kemungkinan rupiah berkonsolidasi, dalam range antara resistance di level Rp14,907 dan Rp14,974, sementara support di level Rp14.605 dan Rp14.505.

===

Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyepakati secara bersama penguatan proses dalam pemberian Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek kepada perbankan, sebagaimana tertuang dalam “Keputusan Bersama tentang Kerja Sama dan Koordinasi BI dan OJK dalam rangka Pemberian Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek (PLJP) dan Pembiayaan Likuiditas Jangka Pendek Syariah (PLJPS)”.

Selain itu, pada akhir pekan BI menyatakan inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Oktober 2020, perkembangan harga pada bulan Oktober 2020 diperkirakan inflasi sebesar 0,08% (mtm), atau secara tahunan sebesar 1,46% (yoy).

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum melemah di tengah munculnya harapan kesepakatan paket stimulus fiskal AS dan pasar menunggu negosiasi Brexit, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah ke 92.77. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.1857. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1918 dan kemudian 1.2011, sementara support pada 1.1612 dan 1.1507.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3040 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3266 dan kemudian 1.3483, sedangkan support pada 1.2675 dan 1.2480. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 104.68.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 108.17 dan 109.85, serta support pada 104.00 serta level 101.18. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7133. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7435 dan 0.7712, sementara support level di 0.6807 dan 0.6776.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum bias menguat, sempat terangkat oleh kembalinya ekspektasi kesepakatan paket stimulus fiskal AS sebelum pilpres dan harapan pengobatan virus corona. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 23,517. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 23580 dan 23807, sementara support pada level 22205 dan 21530. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 24,919. Minggu ini akan berada antara level resistance di 24542 dan 25847, sementara support di 23124 dan 22520.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau melemah dalam rentang pergerakan terbatas di antara investor yang menantikan kepastian stimulus fiskal AS dan besarannya. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah terbatas ke level 28,335.57, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 29162 dan 29200, sementara support di level 27362 dan 26537. Index S&P 500 minggu lalu melemah tipis ke level 3,461.0, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3490 dan 3590, sementara support pada level 3301 dan 3208.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat tipis oleh pelemahan dollar dan ketidakpastian menjelang pilpres AS, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat tipis ke level $1,902.04 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1974 dan berikut $2015, serta support pada $1848 dan $1795.

 

Berita tentang pergerakan pasar di Amerika dan Eropa, termasuk faktor-faktor pemicunya, tidak pernah surut untuk memengaruhi naik turunnya pasar investasi di global dan dalam negeri. Satu saat sepertinya memberi harapan, pada kesempatan lain memutuskan ekspektasinya. Sangat tidak menentu. Ketidakpastian semakin jelas merupakan suatu kepastian di pasar satu ini. Tidak perlu berharap pasar yang akan berubah. Kita, sebagai investor, yang harus beradaptasi dengan ketidakpastian pasar. Vibiznews.com dapat menjadi pendamping untuk memberikan pencerahan di tengah pasang surut, naik turun, dan ketidakjelasan pasar. Bagi Anda kami hadir. Untuk para partner, kami sampaikan terimakasih telah bersama terus dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here