Harga Kopi Robusta Naik ke Tertinggi 3 1/2 minggu

422

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi pada penutupan hari Selasa naik dengan harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 1 minggu dan harga kopi Robusta naik ke tertinggi 3 ½ minggu, karena curah hujan di Brazil masih di bawah normal dan topan molave bisa merusak tanaman kopi di Vietnam.

Harga kopi Arabika Desember di ICE New York  pada hari Selasa naik 30 sen (0.28%) menjadi $106.95  dan harga kopi robusta Januari di ICE London naik 2.89%.

Kekeringan yang berlangsung di Minas Gerais, daerah perkebunan kopi terbesar di Brazil, salah satu faktor yang meningkatkan harga kopi Arabika setelah Somar Meteorologia mengatakan bahwa di Minas Gerais curah hujan 18.9 mm pada minggu lalu atau hanya 62% dari rata-rata.

Harga kopi robusta juga rally pada hari Selasa setelah Vietnam’s National Centre for Hydro Meteorological Forecasting mengatakan bahwa di Vietnam Central Highland, daerah perkebunan kopi terbesar di Vietnam curah hujannya akan menjadi 100 = 200 mm sampai 29 Oktober dari topan Molave yang akan merusak tanaman kopi.

Harga kopi Arabika konsolidasi dari harga terendah tiga bulan pada hari Rabu, karena penyebaran pandemic Covid 19 gelombang kedua sedang melanda dunia akan mendorong pemerintah kembali menganjurkan untuk tinggal di rumah, sehingga konsumsi kopi berkurang dan permintaan berkurang.

Faktor kenaikan harga kopi Robusta karena curah hujan yang tinggi akan membuat panen kopi di Vietnam terhambat, Cuaca La Nina akan membuat hujan turun di area perekebunan kopi sehingga menurut Vietnam Buon Ma Thuot Coffee Association pada hari Senin bahwa hanya 10% dari pohon kopi di Central Highland buahnya  sudah matang untuk dipanen, sangat turun dibanding tahun lalu. Musim hujan diharapkan akan berhenti pada awal bulan Nopember, tapi diperkirakan pengaruh musim La Nina akan memperpanjang musim hujan sampai akhir Nopember.

Melemahnya real Brazil pada hari Selasa ke terendah tiga minggu terhadap dollar, namun masih diatas terendah 5 bulan pada 2 Oktober lalu. Melemahnya real menyebabkan harga kopi di Brazil lebih murah sehingga meningkatkan ekspor menurut Saftras & Mercado melemahnya real pada 2 Oktober lalu menyebabkan ekspor kopi Brazil di 2020/21 meningkat mencapai rekor 41.8 juta kantong.

Persediaan kopi Arabika hasil pengamatan dari ICE pada 5 Oktober turun ke terendah 20 ½  tahun  menjadi 1.096 juta kantong, sedangkan persediaan kopi robusta pada 14 Oktober lalu turun ke terendah 1 ¾ tahun menjadi 10,808 lots. Persediaan kopi Arabika hari Selasa menurut pengamatan ICE sebesar 1.128 juta kantong.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $103 dan berikut ke $98, sedangkan resistant pertama di $107 dan berikut ke $109.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here