IHSG Senin Siang Terkoreksi ke 5112; Bursa Asia Positif oleh Ekspansi Manufaktur China

545
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (2/11) terpantau terkoreksi 15,304 poin (0,30%) ke level 5.112,921 setelah dibuka melemah ke level 5.089,845. IHSG berada di area koreksi setelah rally 4 minggu, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya menguat terpicu oleh rilis data manufaktur China yang menunjukkan ekspansi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah 0,29% atau 42 poin ke level Rp 14.667, dengan dollar di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat 3 hari di sesi sebelumnya; terdongkrak kekhawatiran pasar atas pelaksanaan pilpres AS dan menanjaknya kasus virus yang memicu lockdown kembali di sebagian Eropa. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.625.

Mengawali perdagangannya, IHSG terkoreksi 38,380 poin (0,75%) ke level 5.089,845. Sedangkan indeks LQ45 turun 10,653 poin (1,35%) ke level 779,850. Siang ini IHSG terkoreksi 15,304 poin (0,30%) ke level 5.112,921. Sementara LQ45 terlihat turun 0,40% atau 3,199 poin ke level 787,304.

Siang ini tujuh dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor property yang merosot 1,87%, diikuti sektor agri yang turun 1,32%.

Tercatat sebanyak 126 saham naik, 250 saham turun dan 182 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 507,01 kali transaksi sebanyak 6,40 miliar lembar saham senilai Rp 5,388 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya bias menguat, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 1,51%, dan Indeks Hang Seng yang naik 0,88%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain United Tractors (UNTR) -4,26%, Semen Indonesia (SMGR) -4,18%, Tower Bersama (TBIG) -3,33%, dan Kalbe Farma (KLBF) -2,62%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi setelah rally 4 minggu, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya menguat oleh rilis data manufaktur China yang ekspansi. Berikutnya IHSG kemungkinan masih bisa memangkas lagi loss-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.187 dan 5.381. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 4.962, dan bila tembus ke level 4.820.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here