Pasar Global Menantikan Hasil Pemilihan Presiden AS – Market Mover 4 November 2020

635

(Vibiznews – Market Mover) Pasar perdagangan global saat ini fokus pada hasil pemilihan Presiden AS. Berjalannya pemulihan ekonomi AS menjadi harapan masyarakat AS, dan di bawah kepemimpinan Presiden AS, Donald Trump, ekonomi AS telah keluar dari resesi.

Laporan Departemen Perdagagan AS, ekonomi Amerika Serikat menunjukkan recovery yang sangat kuat pada kuartal ketiga, dengan rebound 33,1% secara tahunan (yoy), sementara pada kuartal kedua mengalami kontraksi yang sangat tajam sebesar -31,4%. Rebound ini di atas estimasi dari para ekonomi, dimana survey Dow Jones memperkirakan 32%, pencapaian ini merupakan rekor pertumbuhan GDP tertinggi pasca perang dunia kedua, yang pernah mencapai 16,7% pada kuartal pertama 1950.

Rebound pertumbuhan ekonomi AS ini menjadikan AS menjadi negara dengan pertumbuhan tertinggi dibanding dengan rata-rata negara G7 dari tahun 2017 hingga 2019, karena beberapa negara Zona Eropa mengalami kontraksi hingga 1,5 kali dari kontraksi ekonomi AS.

Sehingga secara kuartalan (qoq) GDP AS telah tumbuh 7,4% pada kuartal ketiga, melonjak dari -9% pada kuartal kedua, berarti mencapai 2/3 dari kontraksi semester pertama 2020 yang mencapai -10,1%.

Secara ekonomi, Trump memiliki pendekatan yang sangat berbeda dengan kandidat Demokrat Joe Biden. Trump menekankan kepada pendekatan pro-bisnis, sedangkan Joe Biden tidak melakukan pendekatan pro-bisnis tetapi menekankan kepada pemerataan pendapatan dan keadilan sosial.

Harapan pemulihan ekonomi dan pro bisnis inilah yang direspon pasar saat pemilihan Presiden AS berlangsung. Indeks Dow Jones dan S&P500 pada akhir perdagangan Rabu dinihari WIB (4/11/2020) mendaki ke posisi tertinggi sepekan. Indeks Dow Jones melonjak 554,98 poin atau 2,1 persen. Indeks Nasdaq melonjak 202,96 poin atau 1,9 persen dan indeks S&P 500 melonjak 58,92 poin atau 1,8 persen.

Bagaimana pasar global mencermati hasil pemilihan Presiden AS?

Dengan kebijakan pro bisnis tentunya pasar mengharapkan kemenangan Donald Trump.

Dari pasar Indeks, penguatan Bursa Wall Street akan mendorong bursa saham global baik bursa Asia Pasifik dan bursa Eropa. Bursa Asia dibuka naik Rabu pagi mengikuti kenaikan bursa Wall Street.

Dari pasar forex, Dolar AS merosot karena para investor menunggu hasil pemilihan presiden AS. Dolar AS turun 0,6% terhadap sekeranjang mata uang di 93,61 setelah mencapai tertinggi sebulan pada hari Senin. Pelemahan dólar AS menguatkan mata uang saingan dólar seperti Euro dan Poundsterling. Australia Dolar juga naik setelah Reserve Bank of Australia menurunkan suku bunga kebijakan sebesar 15 basis poin menjadi 0,1% dan mengumumkan program pembelian obligasi.

Dari pasar komoditas, harga emas naik setelah dólar AS turun dengan investor menantikan hasil pemilihan presiden AS. Sedangkan harga minyak naik setelah dolar AS lemah dan rencana OPEC untuk memotong produksi lebih dalam lagi.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here