Weekly Market Review : Soft Commodities – Coffee – Sugar – Cocoa

619

(Vibiznews – Commodity) –  Pada penutupan pasar hari Jum’at pada  minggu pertama di Bulan Nopember  harga soft commodities mixed , dengan harga kopi Arabika naik , harga kopi Robusta  naik, harga gula  naik dan harga kakao mixed.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat naik ke tertinggi 1 minggu, perkebunan kopi dan insfrastruktur di Amerika Tengah  rusak akibat topan Eta, ditambah dengan menguatnya real Brazil.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat naik karena menguatnya Real Brazil terhadap dolar

Harga kakao mixed pada penutupan hari Jumat dengan harga kakao di New York naik ke tertinggi 1 minggu karena masalah politik di Ivory Coast, sedangkan harga kakao di London mengalami tekanan karena menguatnya kurs GBP terhadap USD.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

Harga kopi Arabika Desember di ICE New York naik $1 (0.94%) menjadi $106.95 dan harga kopi Robusta Januari di ICE London naik 0.82%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi  dunia  di 2019/20 ( Oktober – September) turun 2.5% dari tahun lalu menjadi 168.836 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global turun 0.9% dari tahun lalu menjadi 167.593 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2019/20    akan menjadi surplus 1.244 juta kantong dari  perkiraan sebelumnya surplus 3.975 juta kantong di 2019/2020  menurut ICO.
  • Ekspor kopi Global dari Oktober – Agustus turun 5.6% dari tahun lalu menjadi 116.54 juta kantong menurut ICO.
  • Ekspor kopi Brazil di 2020/21 diperkirakan akan meningkat menjadi 41.8 juta kantong .
  • Ekspor kopi Arabika Colombia di bulan Oktober turun 14 % dari tahun lalu menjadi 1.041 juta kantong
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – September turun 1.4% dari tahun lalu menjadi 1.251 MMT menurut General Departement of  Vietnam Customs.
  • Perkiraan Produksi kopi Robusta Vietnam di 2020/21  diperkirakan  naik 1.7% dari tahun lalu menjadi 524,144 MT menurut Vietnam’s Departement of Agricultural dan Rural Department

Harga gula Maret di ICE New York naik 43 sen (2.97%) menjadi  $14.91 dan harga gula putih Desember di ICE London naik  2.67%..

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 173.5 MMT setelah turun 8.4%  di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit 72,000 MMT defisit  14,000 MT di 2019/20 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan  akan naik 32 % dari tahun lalu menjadi 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20  menurut CONAB.
  • Produksi gula India di 2019/20 akan turun 15% dari tahun lalu ke tiga tahun terendah menjadi 28 MT karena kekeringan dan penundaan musim monsoon menurut ISMA.
  • Ekspor India di 2020/21 mencapai 6 MMT naik dari 5.8 MMT di 2019/20 menurut ISMA
  • Produksi gula Thailand di 2020 /21 turun 13% dari tahun lalu menjadi terendah 11 tahun sebesar 7.2 MMT  karena cuaca kering di ladang tebu.
  • Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2020/21 turun 5.6% dari tahun lalu menjadi 16.05 MT karena cuaca kering menurut FAS- USDA.

Harga kakao Desember di ICE New York naik $21 (0.91%) menjadi $2,333 per ton dan harga kakao Desember di ICE London turun 0.31%

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Produksi kakao dunia di 2019/20 (Oktober – September) akan turun 2% dari tahun lalu menjadi 4.724 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan turun 3.1% dari tahun lalu menjadi 4.635 MMT penurunan pertama sejak 2016 menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao 2019/20 akan surplus 42,000 MT dari defisit 52,000 MT di 2018/19. menurut ICCO
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 5.2% dari tahun lalu menjadi 770,000 MT turun dari perkiraan sebelumnya 800,000 MT.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here