Harga Gula Turun Akibat Turunnya Hujan di Brazil

231

(Vibiznews – Commodity ) Harga gula pada penutupan pasar hari Selasa turun   karena turunnya hujan di perkebunan tebu di Brazil.

Harga gula Maret di ICE New York pada penutupan hari Selasa turun 20 sen (1.34%) menjadi $14.68 dan harga gula putih Desember di ICE London turun 0.37%.

Rural Clima pada hari Senin memperkirakan curah hujan 50 mm di Brazil di area perkebunan tebu pada minggu ini. Harga gula juga sudah turun karena India’s National Federation of Cooperative Sugar Factories melaporkan pada hari Senin bahwa produksi gula di India sampai 5 November naik 32.8% dari tahun lalu menjadi 425,000 MT.

Laporan persediaan dan permintaan bulanan dari WASDE untuk gula :

  • Persediaan gula di AS tahun 2020/21 turun 440,781 ton,  menjadi 13.649 juta ton, karena rendahnya persediaan awal, turunnya produksi dan berkurangnya impor gula di 2019.20.
  • NASS memperkirakan produksi gula bit di 2020/21 sebesar 33.958 juta ton dari hasil panen 29.6 ton perare turun 5.18% dari bulan lalu.
  • Produksi gula Mexico di 2020/21 diperkirakan 5.950 juta MT, turun 50,000 MT dari bulan lalu, dari hasil panen 67.18 MT/Ha, naik 11.27%  dari sebelumnya menurut CONADESUCA. Area yang ditanami tebu 785,000 ha, sama seperti yang diperkirakan di 2019/20. Persediaan awal  naik 6,006 MT menurut data dari CONADESUCA untuk 2019/20 , persediaan akhir tidak berubah karena pengurangan ekspor ke negara di luar AS sebesar 46,994 MT.

Harga gula naik selama 6 minggu terakhir bahkan sempat ke tertinggi 8 ½ bulan pada Selasa minggu lalu karena cuaca kering di Brazil yang mengurangi hasil tebu dan mengurangi produksi gula di Brazil. Hujan tidak merata namun tingkat kelembaban belum normal di kebun tebu. Maxar mengatakan bahwa di perkebunan tebu Brazil hanya turun hujan 5 -25% dari rata-rata normal sehingga tanaman tebu kering, cuaca La Nina memperpanjang kekeringan di Brazil.

Harga gula meningkat karena produksi gula Thailand, negara eksportir gula terbesar ke dua di dunia mengalami penurunan akibat kekeringan. The Thailand Sugar Mills Corp mengatakan pada 2 Oktober lalu bahwa produksi gula Thailan turun 13% dari tahun lalu ke terendah 11 tahun menjadi 7.2 MMT karena cuaca kering yang mengganggu tanaman tebu.

Data pada hari Selasa lalu dari Unica produksi gula di Brazil pada pertengahan pertama Brazil naik 36.5 % dari tahun lalu menjadi 2.613 MMT dan penggunaan tebu untuk etanol meningkat menjadi 45.36% di 2020/21 dari 34.61% di 2019/20.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $14.60 dan berikut ke $14.40 sedangkan resistant pertama di $15.00 dan berikut ke $15.50.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here