Harga Jagung Naik Karena Perkiraan Ekspor Meningkat

210

(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung masih naik pada penutupan pasar hari Rabu, karena perkiraan ekspor masih akan meningkat, akibat cuaca kering di Amerika Selatan sementara menantikan laporan ekspor mingguan pada hari Kamis.

Harga jagung naik 5.50 sen menjadi $4.2575 per bushel.

USDA melaporkan penjualan ekspor besar dari jagung ke negara yang tidak dikenal sebesar 140,000 MT.

EIA melaporkan produksi etanol mingguan rata-rata 962,000 barel per day sampai 13 Nopember, turun 15k bpda dari minggu lalu. Persediaan etanol pada 13 Nopember sebesar 20.303 juta barel, naik 44k barel dari minggu lalu.

Perkiraan analis untuk Laporan ekspor jagung mingguan dari USDA  pada minggu ini sampai 12 Nopember ada dalam range 600k – 1.2 MMT.

Permintaan jagung AS meningkat karena cuaca yang tidak menentu di Ukraina, Amerika Selatan, Argentina Timur, adanya La Nina membuat cuaca kering. Penanaman jagung  ke 2  di  Brazil pada tahun ini tertunda karena cuaca sehingga ekspor AS masih akan meningkat.  Cuaca di Ukraina kering dan juga di Selatan Brazil, Uruguay, Paraguay, dan Utara Argentina.

Panen jagung di AS sudah selesai 95% dibanding perkiraan sebesar 96% dan lebih cepat dari rata-rata 87%. Cuaca di AS sangat baik untuk panen sampai minggu lalu dengan cuaca yang panas dan kering terutama di Midwest, cuaca mulai dingin namun kering dengan suhu yang dingin pada minggu ini. Hasil panen diharapkan baik kecuali di area Iowa.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $4.12 dan berikut ke $4.04, sedangkan resistant pertama di $4.22 dan berikut ke $4.28.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here