IHSG Jumat Siang Terkoreksi 0,2% ke 5580; Profit Taking dari 8 Bulan Tertingginya

100
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (20/11) terpantau balik terkoreksi 13,184 poin (0,24%) ke level 5.580,875 setelah dibuka menguat ke level 5.612,565. IHSG fluktuatif di dua zona dihadang profit taking dari 8 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya variatif di tengah kekhawatiran pasar atas dampak ekonomi dari terus meningkatnya kasus virus di dunia.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau terkoreksi 0,26% atau 37 poin ke level Rp 14.192, dengan dollar di pasar uang Asia bergerak terbatas di pasar uang Asia setelah terkoreksi 5 hari di sesi sebelumnya; di antara rilis Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin meminta Federal Reserve sediakan kredit pandemic kepada bisnis, nirlaba dan pemerintah lokal. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.155.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 18,506 poin (0,33%) ke level 5.612,565. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,402 poin (0,38%) ke level 890,520. Siang ini IHSG balik terkoreksi 13,184 poin (0,24%) ke level 5.580,875. Sementara LQ45 terlihat turun 0,30% atau 2,643 poin ke level 884,475.

Siang ini delapan dari enam sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor pertambangan yang merosot 0,86%, diikuti sector keuangan yang turun 0,58%.

Tercatat sebanyak 197 saham naik, 221 saham turun dan 176 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk sangat ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 650,05 kali transaksi sebanyak 16,27 miliar lembar saham senilai Rp 7,278 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya mixed, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 0,56%, dan Indeks Hang Seng yang naik 0,35%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Antam (ANTM) -2,02%, Waskita (WSKT) -1,89%, Adaro (ADRO) -1,61%, dan Sampoerna (HMSP) -1,60%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini fluktuatif dihadang profit taking dari 8 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini mixed di antara kekhawatiran pasar atas dampak ekonomi dari meningkatnya kasus virus. Berikutnya IHSG kemungkinan agak konsolidasi antara profit taking dan masih adanya tren bullish, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.638 dan 5.751. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.105, dan bila tembus ke level 5.063.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here